[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Batu Songgan adalah salah satu dari enam kenegerian di Kekhalifahan Batu Songgan dan dikenal sebagai kenegerian tertua yang menjadi pusat kekhalifahan sejak ratusan tahun yang lalu. Di bawah payung Kerajaan Gunung Sahilan, Kenegerian Batu Songgan masih memegang teguh kerapatan adat, tata guna lahan, dan adat kemanusiaan, Adat berhubungan erat dengan alam, salah satunya yang menarik adalah penghormatan...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Sungai Subayang menyimpan banyak cerita, karena terdapat bentangan 10 desa di sepanjang alirannya dan membelah 70.000 hektar kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Airnya sejuk dan jernih, diapit perbukitan menghijau pekat yang asri dan penuh misteri. Jika menelusuri Sungai Subayang, suasana seakan dibawa ke ruang waktu ratusan tahun yang lalu, bebas dari hiruk pikuk perkotaan dan deru teknologi. Di antara...
Read More[Oleh Kasmita Widodo di 8 Juni 2019 – mongabay.co.id] – Berbekal, putusan MK35, komunitas-komunitas adat dan kelompok masyarakat sipil, pemerintah daerah dan KLHK bekerja menyiapkan proses pengakuan hutan adat. Momentum “pecah telur” pengakuan pertama atas hutan adat dirayakan di Istana Negara pada 2016. Ada delapan hutan adat seluas 7.950 hektar ditetapkan dan satu lokasi pencadangan hutan adat seluas 5.172 hektar....
Read More[RILIS MEDIA] Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) terima masyarakat dari 6 kenegarian di Riau. Kedatangan masyarakat untuk menyerahkan usulan hutan adat yang meliputi luas total 10.318,5 hektare di Kabupaten Kampar Riau. Angka ini menyumbang untuk pemenuhan 12,7 juta hektare target perhutanan sosial di seluruh Indonesia. “Ini merupakan pertama hutan adat yang pertama dari Riau” ungkap Kepala Sub Direktoral Pengakuan...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Kabut tebal menyelimuti puncak bukit hutan adat Imbo Kayu Agho, perlahan merambat turun ke kaki bukit dan terus bergeser menutupi permukaan sungai Subayang yang jernih dan tenang. Gemericik deras air sungai di sekitar pulau Palo Koto menambah syahdu suasana pagi, mengiringi nafas warga Kenegerian Batu Songgan yang turun mandi, mencuci, menyiapkan sampan, dan yang bersiap berangkat ke kebun karet untuk memotong....
Read MorePagi subuh itu masih gelap, beberapa warga Kampung Muara Bungkal telah bersiap pergi untuk memotong karet. Embun pagi tebal yang menempel di dedaunan dan rumput liar tidak menyurutkan langkah mereka meskipun dingin terasa menusuk tulang. Memotong karet adalah keseharian masyarakat di kampung ini sejak dulu, meskipun saat ini harga karet lagi tidak menjanjikan. Memotong karet masih menjadi pilihan untuk menambah ekonomi keluarga,...
Read MorePEKANBARU, BAHTERA ALAM – Proses pengusulan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Wilayah, dan Hutan Adat Kabupaten Kampar terus berlangsung. Pada Selasa, 23 April 2019 bertempat di Hotel Ayola Pekanbaru, berlangsung pertemuan sejumlah parapihak yang difasilitasi oleh Direktur Jenderal KSDAE Wiratno. Hadir dalam pertemuan tersebut Lembaga Adat Kenegerian Tapung dan Kampar, dan utusan Ninik Mamak dari Kenegerian Kuok,...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif – Pembina Petani Budidaya Kelulut] Riau memiliki potensi madu lebah cukup penting dan besar dengan spesies beragam, mulai dari madu lebah Sialang (Apis dorsata) yang menghasilkan madu lebih banyak hingga madu lebah yang dihasilkan oleh lebah sengat terkecil (Apis cerana). Selain jenis itu, ada juga lebah tanpa sengat dan tidak ganas, saat ini dilirik sebagai potensi madu lebah yang mulai banyak digemari karena...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Sore itu, pighau robin (sampan kayu bermotor) melesak laju ke hulu seakan menantang derasnya arus Sungai Subayang, sesekali melambat mengikuti liuk gemuruh air sungai yang memercik keras, menghempas, hingga menerpa pakaian yang kami kenakan. Perjalanan terus berlanjut meskipun senja mulai beranjak turun, menyuguhkan sinar mentari yang menciptakan panorama indah di balik bukit hijau pekat yang mulai temaram....
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Deru perahu robin memecah kesunyian pagi subuh berkabut putih, lajunya ciptakan riak sungai menghempas bibir pantai. Iramanya cukup memikat hati seakan mengajak menari. Sesekali teriakan ungko terdengar menyapa keheningan kabut pagi, dan perlahan semburat merah mentari mengintip di ufuk timur, cahayanya beranjak menyinari puncak gugusan bukit hijau nan indah di Kenegerian Batu Songgan. Pagi itu, masyarakat...
Read MoreJAKARTA, BAHTERA ALAM – Proses pengusulan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Wilayah, dan Hutan Adat Kabupaten Kampar terus berlangsung. Ada tiga usulan yang telah diakui dan ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kampar, yaitu dua usulan di dalam kawasan hutan (Suaka Margasatwa Rimbang Baling) dan satu lagi di area penggunaan lain (APL). Tiga Kengerian yang telah diakui oleh pemerintah Kabupaten Kampar adalah Kenegerian...
Read MoreBENGKULU, BAHTERA ALAM – Konflik kepentingan dalam penguasaan sumber daya alam yang terjadi antara pemerintah, pemangku kawasan, dan masyarakat pada beberapa tahun ini semakin mengemuka di antara berbagai isu nasional. Dalam konteks konservasi, konflik tersebut sering muncul ke permukaan dalam bentuk persaingan antara kepentingan pembangunan di satu pihak dan konservasi di pihak lain. Selain itu, kepentingan masyarakat lokal...
Read MorePEKANBARU, BAHTERA ALAM – Green Radio Pekanbaru melalui program Mahoni (masyarakat, hutan dan nasib negeri) yang disiarkan setiap Senin hingga Rabu pada pukul 15:00 – 16:00 WIB, mengangkat tema Masyarakat Hutan Adat di Kampar dan mengundang narasumber Harry Oktavian, Direktur Eksekutif Bahtera Alam dan Himyul Wahyudi Ketua AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Kampar. Ada empat kenegerian yang diusulkan menjadi hutan...
Read MorePEKANBARU, BAHTERA ALAM – Provinsi Riau segera memiliki Hutan Adat pasca penyerahan usulan hutan adat oleh 4 kenegerian di Kabupaten Kampar. Usulan ini menyambut kebijakan Perhutanan Sosial yang digadang-gadang pemerintah. Secara nasional, target Perhutanan Sosial mencapai 12,7 juta hektare, sementara Riau mendapat jatah mencapai 1,38 juta hektare hingga 2019. Bupati Kampar, H. Azis Zaenal, SH, MM telah menerima usulan 4 kenegarian...
Read MorePEKANBARU, REPORTASERIAU.COM – Ancaman Uni Eropa untuk memboikot produk sawit dari Indonesia dijawab pemerintah RI lewat moratorium sawit. Presiden menginstruksikan jajarannya melakukan perbaikan tata kelola sawit dengan menghentikan sementara pemberian izin perkebunan sawit. Instruksi Presiden tersebut menyisakan tugas berat bagi banyak pihak. Pada 17 Januari 2018, keluar sebuah laporan berjudul Report on the Proposal for a...
Read More[GALERI | Tapung , Bahtera Alam] Bahtera Alam Penyerahan Usulan Hutan Adat di Kabupaten Kampar bertema “Selamatkan dan Lestarikan Hutan Adat untuk Membangkitkan Budaya dan Wisata,” diselenggarakan oleh Tim Kerja Penetapan Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat, dan Hutan Adat di Kabupaten Kampar, yang terdiri dari World Resources Institute (WRI), Bahtera Alam, AMAN Kampar, dan Pelopor. Tim kerja ini didukung oleh Organisasi Perangkat...
Read Moretribunpekanbaru.com – Liputan video prosesi acara penyerahan dokumen usulan 4 Hutan Adat di Kampar oleh para datuk kepada Bupati Kampar, H. Azis Zaenal, SH, MM yang dilakukan di jantung Hutan Larangan Adat Imbo Putui, Petapahan pada Kamis, 13 September 2018. Imbo Putui Saksi Penyerahan Usulan Hutan Adat...
Read MoreTAPUNG, BAHTERA ALAM – Pagi ini saya bertambah sehat, karena kita menghirup udara yg betul-betul betul fresh di tengah hutan, serasa di Istana Bogor. Kita patut bersyukur kreana masih banyak para datuk yang sangat peduli dengan hutan adat dan hutan lindung. Kita semua harus mencintai hutan kita ini. Demikian buka H. Azis Zaenal, SH, MM, Bupati Kampar pada Kamis, 13 September 2018. Semua pihak harus mempertahankan hutan adat, dan...
Read More[Oleh : Nuskan/Syafrizaldi JPang] Setengah siang hampir berlalu saat bis kami meliuk di jalan aspal, dari Pekanbaru menuju Gema. 14 orang di dalam bis tampak canggung. Sebagian mereka adalah para relawan dari Perkumpulan Triple Eleven berbasis di Belgia. Sebagian lagi adalah personil Perkumpulan Bahtera Alam dan Sawit Watch yang berbasis di Pekanbaru dan Bogor. Barangkali perjumpaan yang baru sesaat, ditambah dengan perbedaan bahasa...
Read MorePEKANBARU, BAHTERA ALAM – Pada Selasa, 7 Agustus 2018, Bahtera Alam mengadakan pertemuan di Pekanbaru terkait Rencana Tindak Lajut (RTL) untuk penyelesaian kasus di desa Sungai Rawa dan Muara Bungkal. Pertemuan ini merupakan diskusi lanjutan pasca kegiatan workshop Tanaman Kehidupan yang diselenggarakan oleh Bahtera Alam dan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pangeran Hotel pada 12 Juli 2018...
Read More