Joged Sonde dan Tari Gendong: Warisan Tari Tradisional Suku Akit

Posted By admin on Sep 9, 2025


Bahtera Alam – Joget sonde merupakan tarian tradisional atau dalam istilah Melayu disebut joged. Tarian tradisional ini berasal dari kalangan Suku Akit di Desa Sonde, dibuat pada tahun 1960-an, sehingga disebut dengan Joged Sonde. Penerus Joged Sonde saat ini adalah Cik Minah. Ia memainkan Joged Sonde diiringi alat musik tradisional yaitu tetawak (gong), piul (biola), dan tamur (rebana). Lagunya yang terkenal bernama “Jengger Jolok” (Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=ImJdq20RVgA). Lagu pengiring yang biasa dibawa dalam tari sonde persembahan adalah jengger jolok, mak inang kampung, dan samba raja doli. Setelah selesai menyanyikan lagu-lagu tersebut biasanya akan dibawakan lagu-lagu tradisional lainnya, seperti tanjung katung, serampak pantai, dan lain-lain.

Joget sonde dari Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Riau, diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Wbtb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tarian suku akit ini ditetapkan bersama 21 karya budaya Lain dari empat provinsi di wilayah kerja BPNB Kepulauan Riau, setelah melalui tahapan presentasi dan kajian (foto : bahtera alam)

Joget sonde biasanya ditampilkan pada saat acara-acara besar, seperti pesta rakyat, pawai budaya, pernikahan, sunatan muslim, acara-acara resmi, maupun saat kunjungan pejabat. Joget gong biasanya diiringi dengan beberapa lagu, di antaranya Tanjung Katung, Abang Becak, Jam Satu Malam, Angin Mamiri, Jengger Jolok, Sri Mersing, Baju Merah, Di Binaria, Gunung Banang, Senyum/ Semegen. Sebelum lagu-lagu tersebut dimainkan, akan ditampilkan tari persembahan/ tari sembah tabik terlebih dahulu. Namun, tarian sembah tabik biasanya hanya ditampilkan pada acara-acara resmi, seperti menyambut tamu besar atau tergantung pada permintaan yang memiliki acara. Sebelum melakukan Joged Sonde, penari akan diberi pemanis muka berupa pinang dan sirih, suatu ritual yang biasa dilakukan oleh penari.

Selain Joged Sonde, Suku Akit di Kepualuan Meranti juga memiliki tarian khas yang dinamai Tari Gendong. Tarian yang sudah ada sejak zaman dahulu ini memiliki dua sejarah yang berbeda, yakni sejarah dalam ritual dan sejarah dalam prosesi pernikahan. Sejarah dalam ritual yaitu, Tari Gendong berasal dari upacara yang dilakukan pada zaman dahulu sebelum miniatur lancang kuning akan dilarung ke laut, para perempuan masyarakat Suku Akit akan menari di tengah-tengah miniatur tersebut. Sedangkan menurut sejarah, tari gendong terkait dengan prosesi pernikahan sesuai adat Suku Akit.

Penampilan tari gendong pada acara pernikahan adat masyarakat suku asli desa Selat akar kecamatan tasik putri puyu di pulau padang, Kabupaten Kepulauan Meranti (foto : bahtera alam)

Tari Gendong memiliki pola gerak yang khas dengan mengikuti ketukan atau tempo musik yang ada pada gong, kompang, dan sunai. Sedangkan untuk pola lantai, pola gerak Tari Gendong tidaklah rumit, karena penari hanya perlu menari di tempat awal lalu berganti posisi hingga akhirnya kembali ke posisi semula. Sekalipun ada pergerakan namun tidak boleh berubah dari posisi semula. Keunikan Tari Gendong ini yaitu penari wanita mestilah gadis yang belum menikah. Sementara untuk penari laki-laki tidak ada ketentuan khusus. Adapun pada bagian silat sembah dilakukan oleh para pemuda.

Sumber : Buku Semburat Akit – Melukis Cerita di Kepulauan Meranti-2024.

26

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *