Featured


PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya mempercepat penerbitan sertifikasi tanah ulayat sebagai upaya memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat. Kemudian memperkuat tata kelola pertanahan yang berkelanjutan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan persoalan pertanahan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut...

Read More

Bahtera Alam, Kepulauan Meranti – Puluhan pemuda adat dari berbagai komunitas masyarakat adat di Provinsi Riau berkumpul dalam kegiatan Konsolidasi Pemuda Adat Pesisir dalam Implementasi Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dan Konservasi Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bahtera Alam pada 16–18 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, serta...

Read More

RIAU ONLINE, KAMPAR – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani melakukan kunjungan ke Hutan Adat Imbo Putui, Kenegerian Petapahan, Kabupaten Kampar, Minggu, 21 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sekaligus melihat secara langsung praktik pengelolaan dan perlindungan...

Read More
Menaruh Hajat di Ulu Kedi

Menaruh Hajat di Ulu Kedi


Posted By on May 19, 2026

Bahtera Alam – Di kalangan komunitas Suku Asli di Kepulauan Meranti, ada satu tempat keramat yang dipercaya dapat membantu mengabulkan hajat. Tempat keramat itu berada di Desa Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Barat. Suku Asli menyebutnya Ulu Kedi. Merupakan suatu tempat pemujaan berbentuk bangunan persegi dengan atap untuk menaunginya. Bangunan berukuran sekitar 1 x 1,5 meter itu berwarna kuning terang dengan cat yang terlihat mulai...

Read More

Bahtera Alam – Persoalan gender merupakan salah satu pembahasan penting dalam Puak Melayu. Pada dasarnya tidak ada suatu aturan pun yang mengatur perbedaan status dan kedudukan laki-laki dan perempuan pada masyarakat Melayu di Riau, kecuali disekat oleh kodratnya masing-masing. Bahkan kedudukan perempuan dalam masyarakat Melayu ditempatkan pada posisi terhormat. Hal ini juga berlaku pada masyarakat Suku Akit yang mendiami...

Read More

Bahtera Alam, Chiang Mai – Upaya memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan terus menjadi agenda penting di tingkat global. Hal ini tercermin dalam pertemuan regional “Indigenous Forest Stewardship: Navigating FSC Certification in Asia” yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 21–22 Maret 2026. Pertemuan ini merupakan bagian dari inisiatif Forest Stewardship Council (FSC) melalui mekanisme...

Read More

Bahtera Alam, Chiang Mai – Kehadiran masyarakat adat dalam forum internasional bukan sekadar simbol representasi, tetapi menjadi ruang penting untuk menyuarakan realitas yang selama ini jarang terdengar. Hal inilah yang tercermin dari partisipasi Alit, perwakilan Suku Asli Anak Rawa dari Kampung Penyengat, Kabupaten Siak, dalam forum “Indigenous Forest Stewardship: Navigating FSC Certification in Asia” yang diselenggarakan di...

Read More

Apakah itu FOLU Net Sink 2030?


Posted By on Mar 10, 2026

Bahtera Alam – Program Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 atau FOLU Net Sink 2030 merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk memastikan bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu menyerap emisi karbon lebih besar dibandingkan jumlah emisi yang dihasilkan pada tahun 2030. Dengan kata lain, sektor kehutanan diharapkan menjadi penyerap karbon bersih (net sink). Konsep “net sink” merujuk...

Read More

Pekanbaru, 5 Maret 2026 — Dunia kini bergerak semakin cepat menuju masa depan pembangunan rendah karbon, dan Provinsi Riau memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bagian penting dari transformasi tersebut. Namun, sebagaimana dalam setiap proses pembangunan, pertanyaan mendasar tetap perlu dijawab: bagaimana memastikan bahwa manfaat yang tercipta dapat dirasakan oleh semua pihak, dan bahwa seluruh proses berlangsung secara...

Read More

RIAU ONLINE, MERANTI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Suku Asli. Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis, 22 Januari 2026, sekaligus penyerahan dokumen usulan pengakuan MHA dari tiga Komunitas adat Suku...

Read More

SuaraRiau.id – Hutan menyimpan cadangan karbon yang berada di batang pohon, daun, akar hingga tanah, hasil dari proses fotosintesis selama puluhan bahkan ratusan tahun. Provinsi Riau menjadi salah satu wilayah memiliki kawasan hutan sekitar 5,4 juta hektare dengan potensi karbon yang besar. Direktur Eksekutif Bahtera Alam, Harry Oktavian mengibaratkan cadangan karbon merupakan tabungan untuk bumi. “Saat hutan tetap utuh,...

Read More

KUANSING (CAKAPLAH) – Setelah melalui pembahasan panjang dan alot. Akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kabupaten Kuantan Singingi, dalam sidang Paripurna DPRD Kuansing, Rabu (28/1/2026) siang. Pengesahannya sempat molor. Pengesahan yang dijadwalkan sekira pukul 10.00 WIB, mundur hingga pukul...

Read More

Bahtera Alam, Duri – Suku Sakai merupakan salah satu masyarakat adat tertua yang bermukim di Provinsi Riau. Komunitas ini tersebar terutama di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, yang terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni Batin Solapan dan Batin Nan Limo. Dalam perkembangannya, sejumlah komunitas yang berada di wilayah Batin Nan Limo telah memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah daerah. Hingga kini, terdapat empat...

Read More

Sebuah Pengantar Hutan bukan sekadar hamparan kayu dan pohon — bagi masyarakat adat dan komunitas lokal di Indonesia, hutan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan: sumber mata pencaharian, penopang budaya, sekaligus benteng terhadap krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan harus menegaskan komitmen terhadap hak asasi manusia, keanekaragaman hayati, dan keadilan sosial....

Read More

SuaraRiau.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyerahkan SK Indikatif Hutan Adat Wilayah Imbo Laghangan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) beberapa waktu lalu. Langkah ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Eksekutif Bahtera Alam, Harry Oktavian yang menilai keputusan ini menjadi momentum penting bagi penguatan budaya dan keberlanjutan lingkungan di Negeri Pacu Jalur. Harry mengapresiasi...

Read More

Bahtera Alam – Perdagangan karbon dalam skema REDD+ menempatkan hutan sebagai sumber jasa lingkungan yang memiliki nilai ekonomi. Dalam konteks ini, keberadaan dan peran Masyarakat Hukum Adat (MHA) menjadi sangat penting. Merekalah yang selama turun-temurun menjaga, mengelola, serta melindungi kawasan hutan melalui pengetahuan lokal, aturan adat, dan praktik tradisional yang terbukti menjaga kelestarian. Karena itu, skema REDD+...

Read More

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Provinsi Riau memiliki potensi besar dalam pengelolaan hutan adat. Sejumlah lembaga, termasuk World Resources Institute (WRI), memetakan indikasi potensi hutan adat di daerah ini yang bisa mencapai sekitar 300 ribu hektare. Sebaran terbesarnya berada di kawasan dataran tinggi dan hulu, seperti Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu. Di wilayah tersebut, masyarakat adat dikenal masih...

Read More
Hutan Sebagai Tabungan Karbon

Hutan Sebagai Tabungan Karbon


Posted By on Nov 27, 2025

Bahtera Alam – Hutan alam adalah paru-paru dunia. Di dalamnya tersimpan kehidupan, udara bersih, sumber air, dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Namun, ada satu hal penting yang sering tidak terlihat mata: hutan juga menyimpan cadangan karbon. Karbon ini tersimpan di batang pohon, daun, akar, hingga tanah, hasil dari proses fotosintesis selama puluhan bahkan ratusan tahun. Cadangan karbon ibarat “tabungan” bumi. Saat...

Read More

Bahtera Alam. Di sebuah desa di pesisir timur Riau, suara doa dan denting irama tradisi masih menggema saban tahun. Masyarakat Hukum Adat Suku Asli di Desa Tanjung Padang menyebutnya Bele Kampung, sebuah ritual sakral yang diwariskan turun-temurun sebagai penanda hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Tahun ini, kegiatan Bele Kampung dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2025 dimulai dari pagi hingga malam menjelang pukul 22.00 WIB....

Read More

SULUHONLINE.ID (RENGAT) – Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menerima kunjungan silaturahmi dari Batin – Batin Suku Adat Talang Mamak bersama lembaga Bahtera Alam, Selasa 14 Oktober 2025. Salah satu Patih Adat dari Rakit Kulim menyerahkan Persirihan dan memakaikan Topi Togoh kepada Bupati Ade sebagai lambang kehormatan dari Masyarakat Suku Talang Mamak. Sebagai wadah diskusi, pertemuan itu berlangsung di Rumah Dinas...

Read More