Featured


[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Kampa merupakan salah satu kenegerian yang telah mendapatkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat oleh pemerintah Republik Indonesia. Kenegerian Kampa memiliki dua Hutan Adat yang diakui oleh negara yaitu Hutan Adat Imbo Pomuan dan Hutan Adat Imbo Boncah Lidah. Kedua hamparan Hutan Adat ini memiliki keunikan dan peruntukan sendiri oleh Masyarakat Hukum Adat dan dilindungi secara penuh oleh...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kebun karet milik masyarakat adat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Subayang memiliki perjalanan panjang, sehingga tidak heran jika banyak pohon karet yang tumbuh di kawasan tersebut sudah berumur hampir ratusan tahun, lingkar pohonnya bahkan ada mencapai seukuran gentong atau diamater sekira 60 cm. Uniknya pepohonan karet tumbuh di dalam hutan bercampur baur dengan pohon kayu alam, dan sama rimbunnya...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling merupakan salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat di kenegerian yang berada di sepanjang DAS Subayang. HHBK ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber pendapatan, sumber makanan, dan sumber bibit untuk tanaman. HHBK yang dimanfaatkan terdiri dari HHBK non komersil dan komersil. HHBK yang non komersil biasanya diambil...

Read More
Masyarakat Adat Penjaga Hutan Sejati

Masyarakat Adat Penjaga Hutan Sejati


Posted By on Jul 15, 2021

[Oleh : Nuskan Syarif]  Kenegerian Gajah Bertalut merupakan salah satu Kenegerian yang masuk ke dalam kekhalifahan Batu Songgan, dan sebagaimana Batu Songgan dan Malako Kociak, kenegerian ini juga berada di kawasan pesisir Sungai Subayang yang jernih dengan banyak riam di sepanjang alirannya. Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Gajah Bertalut telah mendiami wilayah adat mereka sejak ratusan tahun lalu sebelum Indonesia merdeka, dan...

Read More

[Oleh : Hari Novar] Pighau (piyau) merupakan jenis perahu yang digunakan oleh masyarakat di aliran Sungai Subayang, Kampar Kiri Hulu. Piyau sudah menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat di kawasan ini, karena jarak desa dengan desa lain hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu mengikuti aliran sungai yang membelah kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Piyau terbagi 2 jenis, yaitu Robin dan Johnson....

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Perempuan adat di dalam luhak (territorial) Kekhalifahan Batu Songgan, memiliki peranan penting dalam perekonomian rumah tangga. Aktivitas mereka dalam berbagai hal untuk menopang pendapatan keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata. Contohnya kamu perempuan di Kenegerian Aur Kuning, mereka ikut membantu suami pergi manakiak atau memotong karet, tidak jarang mereka melakukannya sendiri. Sebelum berangkat...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif]  Kekhalifahan Batu Songgan memiliki wilayah adat yang sangat luas, di dalamnya terdapat enam kenegerian yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-1, bahkan sebelum itu. Menurut tetua kampung, konon kehidupan masyarakat masih makan panggang kaluang (makan kalong yang dipanggang). Dalam masa abad tersebut, masyarakat belum mengenal agama apapun, mereka menganut kepercayaan kepada arwah leluhur (animisme)....

Read More
Perempuan Adat dan Anyaman Tradisional

Perempuan Adat dan Anyaman Tradisional


Posted By on May 24, 2021

[Oleh : Nuskan Syarif] Dalam membangun atau pemekaran sebuah kenegerian menjadi kenegerian baru, ada salah satu syarat utama yang harus dipenuhi. Syarat itu adalah adanya pengelolaan boncah umbai atau pandan oleh kaum perempuan adat di kenegerian yang bakal dimekarkan tersebut. Kenapa pengelolaan tanaman pandan menjadi bagian penting bagi sebuah kenegerian baru? Karena tanaman pandan mempunyai arti yang sangat mendalam, ia merupakan...

Read More

[VIDEO | Petapahan, Bahtera Alam] Video ini merupakan film dokumenter tentang Desa Petapahan yang memiliki hutan adat seluas 251 hektar bernama Imbo Putui. Hutan Imbo Putui merupakan hutan terlarang dan telah mendapat SK Pengakuan dari negara. Bahtera Alam sendiri bertindak sebagai pendamping dalam proposal hutan adat ini dengan LSM lain seperti WRI Indonesia, AMAN Kampar dan sebagainya. Informasi Lebih Lanjut: Telp/Fax : 0761-7415611...

Read More
Perubahan Peran Batin di Suku Akit

Perubahan Peran Batin di Suku Akit


Posted By on Apr 16, 2021

Menurut sejarah masyarakat Suku Asli di Riau tunduk dan takluk pada dua Kerajaan (Siak Sri Indrapura dan Kerajaan Indragiri) Masyarakat Suku Sakai, Akit dan Hutan bersultan pada Kerajaan Siak Sri Indrapura. Masyarakat Suku Asli seperti Talang Mamak dan Suku Laut/Duano beraja pada Kerajaan Indragiri/Melaka. Masyarakat Suku Asli yang bersultan dan beraja adalah Suku Akit/suku Laut yang tinggal di sekitar muara Sungai Kampar, menganut...

Read More

PEKANBARU (CAKAPLAH) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Mamun Murod panen Madu Kelulut yang ditangkarkan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kenegerian Kampa, Kabupaten Kampar, Sabtu (10/4/2021). “Total wilayah adatnya seluas 156,8 haktare (Ha), terbagi dalam dua hamparan 100,8 Ha di Ghimbo Bonca Lida dan 56 Ha di Ghimbo Pomuan,” kata Mamun Murod saat panen madu kelulut...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif – Tulisan 2] Hutan Adat Imbo Putui saat ini semakin dikenal eksistensinya terutama bagi masyarakat Riau, dimulai sejak penyerahan SK yang diserahkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 21 Februari 2020 lalu, bersamaan dengan Hutan Adat Ghimbo Boncah Lidah di Kenegerian Kampa. Total ada 2 hutan adat di Riau yang saat ini sudah diakui oleh Negara. Untuk mencapai lokasi hutan larangan ini,...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Petapahan merupakan sebuah kenegerian yang memiliki etnik tersendiri dan dulunya adalah kerajaan besar dan otonom. Kenegerian Petapahan berada di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, kawasannya berada di sepanjang tepi Sungai Tapung Kiri. Di kenegerian ini masih ditemui rumah adat berusia lebih dari 300 tahun yang tetap berdiri kokoh meski sudah dimakan usia. Petapahan memiliki keunikan karya seni rupa...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif – Tulisan 1] Kejayaan masyarakat hukum adat di Indonesia menyimpan sejarah panjang, dan Indonesia lahir dari kerajaan-kerajaan besar yang memiliki kesatuan masyarakat hukum adat di nusantara pada masa lampau. Kerajaan-kerajaan nusantara bergabung dalam bingkai NKRI atas dasar kecintaan yang mendalam, Sejumlah kerajaan bahkan ada menyumbangkan harta kekayaan kepada republik ini. Sejarah mencatat dengan tinta...

Read More

Bahtera Alam, Pekanbaru – Pada 18 Februari hingga 3 Maret 2021, Bahtera Alam, Sawit Watch, dan Peneliti dari IPB mengadakan riset kecil tentang sejarah dan potensi Hutan Adat Imbo Putui. Riset ini bertujuan untuk menggali sejarah Kerajaan Petapahan. Riset juga menggali informasi sejarah budaya masyarakat hukum adat, dan hubungan masyarakat hukum adat Kenegerian Petapahan dengan hutan, sungai, dan alam. Selama riset dilakukan,...

Read More

[Sebuah luaran penelitian suku asli di Desa Jangkang Kabupaten Bengkalis] Tulisan 2 – Struktur masyarakat Suku Akit berbeda dengan struktur masyarakat suku asli lainnya misalnya Suku Sakai. Dalam masyarakat Suku Akit ada pimpinan yang disebut Batin. salah satu peran Batin adalah menikahkan masyarakat Akit yang akan melangsungkan pernikahan. tugas Batin yang lain adalah menyeesaikan konflik yang terjadi antara anggota masyarakat...

Read More

RIAUONLINE, PEKANBARU – Gubernur Riau Syamsuar mengaku sudah lama mendapat laporan terkait kekhawatiran masyarakat adat Suku Sakai soal hutan adat. Salah satunya adanya pembangunan jalan tol dan pengeboran minyak. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Lancang Kuning kepadanya usai berjumpa dengan Suku Sakai. “Sebenarnya persoalan hutan adat ini sudah cukup lama. Saya waktu itu setelah tahu permasalahannya, langsung...

Read More

[Sebuah luaran penelitian suku asli di Desa Jangkang Kabupaten Bengkalis] Tulisan 1 – Menurut catatan sejarah, terminologi ‘Akit’ berasal dari kata ‘Rakit.’ Dalam bahasa Melayu Pesisir, vokal huruf ‘r’ tidak begitu jelas diucapkan sehingga kata ‘rakit’ diucapkan ‘akit. Kenapa dinamakan Suku Akit? Faktor penyebabnya adalah karena suku asli menggunakan ‘rakit’...

Read More

[BAHTERA ALAM] Sabtu, 30 Januari 2021, menjadi momen penting bagi Masyarakat Hukum Adat Sakai Bathin Sobanga. Pada hari itu, mereka menyerahkan Dokumen Usulan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat, dan Hutan Adat Suku Sakai Bathin Sobanga dan diterima langsung oleh Gubernur Riau di aula rumah dinas Gubernur Riau, Balai Pelangi. Terwujudnya momen penting ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan pengakuan oleh negara,...

Read More

RIAUONLINE, PEKANBARU – Berawal dari niat untuk memberi kepastian hukum bagi masyarakat adat Kampar. Terutama untuk mendapatkan akses pengelolaan sumber daya hutan dan menjadi solusi atas persoalan konflik tenurial yang marak terjadi di wilayah Riau, Sejumlah aktivis lingkungan terdiri atas unsur NGO seperti Bahtera Alam, AMAN Kampar, dan Pelopor, unsur Penyuluh Pertanian dan Hutan serta unsur akademisi menginisiasi sebuah tim...

Read More