Featured


Bahtera Alam – Pohon Berangan (Castanea spp) atau Kastanye merupakan tanaman yang hidup di hutan dan menghasilkan buah yang disebut dengan Buah Berangan (Bangan) atau istilah asingnya Chestnuts (kacang keju). Beberapa puluh tahun silam pohon Berangan sangat awam bagi masyarakat Riau karena banyak tumbuh di dalam kawasan hutan di Riau, tetapi karena deforestasi yang tinggi – penebangan hutan yang bertujuan mengubah lahan...

Read More

Bahtera Alam – Ekosistem gambut berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, dan memiliki kemampuan menyimpan karbon dua kali lebih banyak dari pada hutan di seluruh dunia, menjadikan ekosistem gambut sebagai salah satu kunci dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berdasarkan data dari CIFOR (2019), Indonesia termasuk sebagai 5 besar negara pemilik lahan gambut di dunia dengan luas sekitar...

Read More

Riauterkini, PEKANBARU – Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kampar Kiri beserta Non-Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari (YMKL)  dan Bahtera Alam (BA) bersinergi mendorong implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial (PS). Program (PS) bagi kesejahteraan rakyat...

Read More

Bahtera Alam – Hutan sebagai kesatuan ekosistem memiliki sumber daya alam hayati yang berlimpah, sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan. Sumber daya alam hayati yang banyak dihasilkan oleh hutan salah satunya adalah buah-buahan hutan. Masyarakat yang tinggal di Luhak Kekhalifahan Batu Songgan yang wilayahnya berada dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit...

Read More

Bahtera Alam – Perjuangan Masyarakat Hukum Adat di Kenegerian Kampar yang didorong oleh Tim Kerja Percepatan dan Penetapan Hutan Adat Kampar (TKP2HAK) untuk mendapatkan pengakuan atas Hutan Adat akhirnya tercapai. Presiden Jokowi secara resmi menyerahkan Surat keputusan (SK) Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga termasuk diantaranya SK pengakuan dua Hutan Adat pada Jumat (21/2/2020) di Taman Hutan Raya Sultan Syarif...

Read More

Bahtera Alam – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki luas hutan 125,2 juta hektar, dan itu termasuk luasan yang cukup besar. Terbukti dunia menyebut Indonesia menjadi benteng terakhir planet bumi bersama Amazon (Brazil) dan Hutan Kongo (Afrika), dunia mengakui itu pada Konferensi Iklim ke-26 atau COP26 di Glasgow, Skotlandia. Adapun luas tersebut terbagi diantaranya 29,1 juta hektar sebagai kawasan hutan produksi...

Read More

SuaraRiau.co, PEKANBARU – Hutan adat Imbo Putui merupakan hutan adat Riau pertama yang baru diakui oleh negara pada 17 September 2019, melalui SK Nomor 7503/MENLHK-PSKL/PKTHA/KUM.1/9/2019. Namun hutan adat Imbo Putui terdampak oleh ekspansi sawit di sekitarnya. Hal ini dikatakan Direktur Bahtera Alam dalam konferensi pers, Senin (1/11/2021). Saat ini bahkan keberadaannya dikelilingi oleh kebun sawit. Hal yang lebih...

Read More

Bahtera Alam, Pekanbaru – Universitas Lancang Kuning melaksanakan acara penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan ninik mamak kenegerian Kampa di Aula Perpustakaan Universitas Lancang Kuning pada Jumat, 15 September 2021. Adapun isi dari MoU ini adalah UNILAK & Ninik Mamak Kenegerian Kampa bersepakat untuk mengimplementasikan Tridarma perguruan tinggi dan berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan juga...

Read More

Kampar, (riaupos,co) – Geliat Ekowisata di Tengah Pandemi Covid-19. MEMILIKI anak sungai yang mengalir bening dan sejuk, dengan air yang dangkal dan dapat diminum, Hutan Adat Imbo Putui menjadi tempat yang memesona dan menarik perhatian. Area ini menjadi kebanggaan warga Masyarakat Adat Kenegerian Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Kabar keelokan alam Imbo Putui dengan cepat tersebar ke berbagai penjuru Bumi...

Read More

RIAUONLINE, PEKANBARU – Kawasan hutan adat di Riau masih menyimpan ragam permasalahan yang kompleks, terutama akibat keberadaan industri kelapa sawit di sekitarnya. Contoh kasusnya seperti yang terjadi di Hutan Adat Imbo Putui, Kenegerian Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar yang kini sedang bermasalah dengan sebuah perusahaan perkebunan sawit. Merespons hal itu, perkumpulan Bahtera Alam, Sawit Watch, WRI Indonesia,...

Read More

Bahtera Alam, Pekanbaru – Pada Februari 2021, Sajogyo Institute, Bahtera Alam, Sawit Watch, dan WRI bersama dengan Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Petapahan melakukan sebuah studi bertema Hutan Adat Imbo Putui, sebuah hutan adat yang berada di tengah konsesi sawit. Studi ini dilakukan berangkat dari persoalan hak tanah ulayat di Kenegerian Petapahan yang bersengketa dengan perusahaan sawit, sehingga perlu dilakukan studi...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Kampa merupakan salah satu kenegerian yang telah mendapatkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat oleh pemerintah Republik Indonesia. Kenegerian Kampa memiliki dua Hutan Adat yang diakui oleh negara yaitu Hutan Adat Imbo Pomuan dan Hutan Adat Imbo Boncah Lidah. Kedua hamparan Hutan Adat ini memiliki keunikan dan peruntukan sendiri oleh Masyarakat Hukum Adat dan dilindungi secara penuh oleh...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kebun karet milik masyarakat adat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Subayang memiliki perjalanan panjang, sehingga tidak heran jika banyak pohon karet yang tumbuh di kawasan tersebut sudah berumur hampir ratusan tahun, lingkar pohonnya bahkan ada mencapai seukuran gentong atau diamater sekira 60 cm. Uniknya pepohonan karet tumbuh di dalam hutan bercampur baur dengan pohon kayu alam, dan sama rimbunnya...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling merupakan salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat di kenegerian yang berada di sepanjang DAS Subayang. HHBK ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber pendapatan, sumber makanan, dan sumber bibit untuk tanaman. HHBK yang dimanfaatkan terdiri dari HHBK non komersil dan komersil. HHBK yang non komersil biasanya diambil...

Read More
Masyarakat Adat Penjaga Hutan Sejati

Masyarakat Adat Penjaga Hutan Sejati


Posted By on Jul 15, 2021

[Oleh : Nuskan Syarif]  Kenegerian Gajah Bertalut merupakan salah satu Kenegerian yang masuk ke dalam kekhalifahan Batu Songgan, dan sebagaimana Batu Songgan dan Malako Kociak, kenegerian ini juga berada di kawasan pesisir Sungai Subayang yang jernih dengan banyak riam di sepanjang alirannya. Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Gajah Bertalut telah mendiami wilayah adat mereka sejak ratusan tahun lalu sebelum Indonesia merdeka, dan...

Read More

[Oleh : Hari Novar] Pighau (piyau) merupakan jenis perahu yang digunakan oleh masyarakat di aliran Sungai Subayang, Kampar Kiri Hulu. Piyau sudah menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat di kawasan ini, karena jarak desa dengan desa lain hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu mengikuti aliran sungai yang membelah kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Piyau terbagi 2 jenis, yaitu Robin dan Johnson....

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Perempuan adat di dalam luhak (territorial) Kekhalifahan Batu Songgan, memiliki peranan penting dalam perekonomian rumah tangga. Aktivitas mereka dalam berbagai hal untuk menopang pendapatan keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata. Contohnya kamu perempuan di Kenegerian Aur Kuning, mereka ikut membantu suami pergi manakiak atau memotong karet, tidak jarang mereka melakukannya sendiri. Sebelum berangkat...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif]  Kekhalifahan Batu Songgan memiliki wilayah adat yang sangat luas, di dalamnya terdapat enam kenegerian yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-1, bahkan sebelum itu. Menurut tetua kampung, konon kehidupan masyarakat masih makan panggang kaluang (makan kalong yang dipanggang). Dalam masa abad tersebut, masyarakat belum mengenal agama apapun, mereka menganut kepercayaan kepada arwah leluhur (animisme)....

Read More
Perempuan Adat dan Anyaman Tradisional

Perempuan Adat dan Anyaman Tradisional


Posted By on May 24, 2021

[Oleh : Nuskan Syarif] Dalam membangun atau pemekaran sebuah kenegerian menjadi kenegerian baru, ada salah satu syarat utama yang harus dipenuhi. Syarat itu adalah adanya pengelolaan boncah umbai atau pandan oleh kaum perempuan adat di kenegerian yang bakal dimekarkan tersebut. Kenapa pengelolaan tanaman pandan menjadi bagian penting bagi sebuah kenegerian baru? Karena tanaman pandan mempunyai arti yang sangat mendalam, ia merupakan...

Read More

[VIDEO | Petapahan, Bahtera Alam] Video ini merupakan film dokumenter tentang Desa Petapahan yang memiliki hutan adat seluas 251 hektar bernama Imbo Putui. Hutan Imbo Putui merupakan hutan terlarang dan telah mendapat SK Pengakuan dari negara. Bahtera Alam sendiri bertindak sebagai pendamping dalam proposal hutan adat ini dengan LSM lain seperti WRI Indonesia, AMAN Kampar dan sebagainya. Informasi Lebih Lanjut: Telp/Fax : 0761-7415611...

Read More