Pojok Bahtera


BAHTERA ALAM – Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan Hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan....

Read More

Bahtera Alam – Sumber daya alam (SDA) di Indonesia khususnya di Riau dikuasai oleh segelintir pebisinis atau pemodal sehingga manfaat SDA itu sendiri secara substansial belum dinikmati oleh sebagian besar masyarakat. Ini terjadi karena pengelolaan SDA tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip keadilan dan keberlanjutan. Akibat dari belum terpenuhinya prinsip-prinsip itu, akses masyarakat terhadap SDA menjadi sangat rendah,...

Read More

Bahtera Alam – Perjuangan Masyarakat Hukum Adat (MHA) untuk mendapatkan pengakuan dari negara harus menempuh perjalanan panjang. Meskipun telah banyak peraturan dan kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat terkait pengakuan dan perlindungan MHA, jalan untuk mendapatkan hak-hak Masyarakat Adat tidaklah mudah karena perlu proses pendampingan yang intens dan dukungan dari parapihak serta kemauan politik yang kuat dari...

Read More

(Mencari Jejak Sejarah di Bumi Khatulistiwa) Oleh : ZALDI ISMET 1. Orang Subayang dalam Adat Akhir abad ke 18 tepatnya 1883 Masehi kondisi Rantau Kampar kiri dalam kondisi tegang, ekpedisi Netcher dari pemerintah Kolonial Belanda yang berpusat di Bengkalis, sudah lalu memasuki Rantau Kampar Kiri. mereka melakukan berbagai penyelidikan terhadap sumber saya alam berupa hasil tambang, hasil hutan, kekayaan alam yang tersimpan di dalam...

Read More

[Bahtera Alam] Perhutanan Sosial (PS) adalah sistem pengelolaan Hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan. (PP....

Read More

Bahtera Alam – Beberapa tahun yang lalu, sebagian besar masyarakat Kampung Penyengat Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Tetapi saat ini profesi sebagai nelayan tidak bisa lagi dipertahankan karena hasil tangkapan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurut penelitian Suci Fahriza, dkk. (2020), di Kampung tidak ada tempat untuk menjual hasil tangkapan dan pemerintah...

Read More

Bahtera Alam – Hutan Adat Imbo Ayo yang berada di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, merupakan rumah singgah bahkan tempat tinggal bagi beberapa jenis burung yang bermigrasi atau menetap di wilayah adat Bathin Sobanga. Jenis burung seperti Rangkong Badak, Rangkong Papan, Kengkareng Perut Putih dan Kengkareng Hitam sering terlihat bertengger di atas dahan pohon pada pagi dan sore hari....

Read More

Bahtera Alam – Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat adat Suku Sakai khususnya Bathin Sobanga memiliki budaya berburu dan meramu. Berburu dan meramu merupakan pola kehidupan masyarakat adat Suku Sakai sejak dahulu kala, dan dilakukan oleh kaum laki-laki (orang tua, pemuda, dan anak laki-laki yang beranjak dewasa). Orangtua akan mewariskan ilmu berburu dan meramu kepada anak laki-laki mereka agar ketika dewasa kelak memiliki bekal...

Read More
Perempuan Adat dan Pengelolaan SDA

Perempuan Adat dan Pengelolaan SDA


Posted By on Jun 2, 2022

Bahtera Alam – Di saat matahari pagi timbul di ufuk Timur dan diiringi kicauan burung bersahutan, seorang Perempuan Adat telah ‘tenggelam’ dalam aktivitas rutin harian dengan berbagai kegiatan rumah tangga. Setelah selesai mengurus segala keperluan keluarga, sang ibu mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk berangkat ke kebun. Sebuah ambung (wadah yang ukurannya mirip karung yang dianyam menggunakan rotan) disandang di kepala...

Read More

Bahtera Alam – Pohon Berangan (Castanea spp) atau Kastanye merupakan tanaman yang hidup di hutan dan menghasilkan buah yang disebut dengan Buah Berangan (Bangan) atau istilah asingnya Chestnuts (kacang keju). Beberapa puluh tahun silam pohon Berangan sangat awam bagi masyarakat Riau karena banyak tumbuh di dalam kawasan hutan di Riau, tetapi karena deforestasi yang tinggi – penebangan hutan yang bertujuan mengubah lahan...

Read More

Bahtera Alam – Ekosistem gambut berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, dan memiliki kemampuan menyimpan karbon dua kali lebih banyak dari pada hutan di seluruh dunia, menjadikan ekosistem gambut sebagai salah satu kunci dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berdasarkan data dari CIFOR (2019), Indonesia termasuk sebagai 5 besar negara pemilik lahan gambut di dunia dengan luas sekitar...

Read More

Bahtera Alam – Hutan sebagai kesatuan ekosistem memiliki sumber daya alam hayati yang berlimpah, sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan. Sumber daya alam hayati yang banyak dihasilkan oleh hutan salah satunya adalah buah-buahan hutan. Masyarakat yang tinggal di Luhak Kekhalifahan Batu Songgan yang wilayahnya berada dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit...

Read More

Bahtera Alam – Perjuangan Masyarakat Hukum Adat di Kenegerian Kampar yang didorong oleh Tim Kerja Percepatan dan Penetapan Hutan Adat Kampar (TKP2HAK) untuk mendapatkan pengakuan atas Hutan Adat akhirnya tercapai. Presiden Jokowi secara resmi menyerahkan Surat keputusan (SK) Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga termasuk diantaranya SK pengakuan dua Hutan Adat pada Jumat (21/2/2020) di Taman Hutan Raya Sultan Syarif...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Kampa merupakan salah satu kenegerian yang telah mendapatkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat oleh pemerintah Republik Indonesia. Kenegerian Kampa memiliki dua Hutan Adat yang diakui oleh negara yaitu Hutan Adat Imbo Pomuan dan Hutan Adat Imbo Boncah Lidah. Kedua hamparan Hutan Adat ini memiliki keunikan dan peruntukan sendiri oleh Masyarakat Hukum Adat dan dilindungi secara penuh oleh...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kebun karet milik masyarakat adat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Subayang memiliki perjalanan panjang, sehingga tidak heran jika banyak pohon karet yang tumbuh di kawasan tersebut sudah berumur hampir ratusan tahun, lingkar pohonnya bahkan ada mencapai seukuran gentong atau diamater sekira 60 cm. Uniknya pepohonan karet tumbuh di dalam hutan bercampur baur dengan pohon kayu alam, dan sama rimbunnya...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling merupakan salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat di kenegerian yang berada di sepanjang DAS Subayang. HHBK ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber pendapatan, sumber makanan, dan sumber bibit untuk tanaman. HHBK yang dimanfaatkan terdiri dari HHBK non komersil dan komersil. HHBK yang non komersil biasanya diambil...

Read More
Masyarakat Adat Penjaga Hutan Sejati

Masyarakat Adat Penjaga Hutan Sejati


Posted By on Jul 15, 2021

[Oleh : Nuskan Syarif]  Kenegerian Gajah Bertalut merupakan salah satu Kenegerian yang masuk ke dalam kekhalifahan Batu Songgan, dan sebagaimana Batu Songgan dan Malako Kociak, kenegerian ini juga berada di kawasan pesisir Sungai Subayang yang jernih dengan banyak riam di sepanjang alirannya. Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Gajah Bertalut telah mendiami wilayah adat mereka sejak ratusan tahun lalu sebelum Indonesia merdeka, dan...

Read More

[Oleh : Hari Novar] Pighau (piyau) merupakan jenis perahu yang digunakan oleh masyarakat di aliran Sungai Subayang, Kampar Kiri Hulu. Piyau sudah menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat di kawasan ini, karena jarak desa dengan desa lain hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu mengikuti aliran sungai yang membelah kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Piyau terbagi 2 jenis, yaitu Robin dan Johnson....

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Perempuan adat di dalam luhak (territorial) Kekhalifahan Batu Songgan, memiliki peranan penting dalam perekonomian rumah tangga. Aktivitas mereka dalam berbagai hal untuk menopang pendapatan keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata. Contohnya kamu perempuan di Kenegerian Aur Kuning, mereka ikut membantu suami pergi manakiak atau memotong karet, tidak jarang mereka melakukannya sendiri. Sebelum berangkat...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif]  Kekhalifahan Batu Songgan memiliki wilayah adat yang sangat luas, di dalamnya terdapat enam kenegerian yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-1, bahkan sebelum itu. Menurut tetua kampung, konon kehidupan masyarakat masih makan panggang kaluang (makan kalong yang dipanggang). Dalam masa abad tersebut, masyarakat belum mengenal agama apapun, mereka menganut kepercayaan kepada arwah leluhur (animisme)....

Read More