Apakah itu FOLU Net Sink 2030?

Posted By admin on Mar 10, 2026


Bahtera Alam – Program Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 atau FOLU Net Sink 2030 merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk memastikan bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu menyerap emisi karbon lebih besar dibandingkan jumlah emisi yang dihasilkan pada tahun 2030. Dengan kata lain, sektor kehutanan diharapkan menjadi penyerap karbon bersih (net sink).

Konsep “net sink” merujuk pada kondisi ketika jumlah karbon dioksida (CO₂) yang diserap oleh ekosistem seperti hutan, gambut, dan mangrove lebih besar dibandingkan emisi karbon yang dilepaskan akibat aktivitas manusia, seperti deforestasi, degradasi hutan, kebakaran hutan dan lahan, serta perubahan penggunaan lahan. Melalui kebijakan ini, Indonesia menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan dapat mencapai penyerapan karbon bersih sekitar 140 juta ton CO₂ pada tahun 2030.

Target tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendukung implementasi kesepakatan global perubahan iklim seperti Paris Agreement. Dalam kerangka ini, sektor kehutanan dipandang memiliki peran penting karena Indonesia memiliki kawasan hutan tropis yang luas serta ekosistem penyimpan karbon yang signifikan seperti hutan gambut dan mangrove.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menjalankan berbagai strategi, antara lain dengan menekan laju deforestasi dan degradasi hutan, mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, melakukan rehabilitasi hutan dan lahan yang rusak, serta melakukan restorasi ekosistem gambut dan mangrove. Selain itu, pendekatan berbasis masyarakat juga menjadi bagian penting melalui skema perhutanan sosial dan pengakuan wilayah adat, sehingga masyarakat lokal dan masyarakat adat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan tidak lagi menjadi sumber utama emisi karbon, tetapi justru menjadi solusi dalam mitigasi perubahan iklim. Upaya ini juga diharapkan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan.

Berikut penjelasan dalam infografis berikut :

13

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *