GREEN for Riau Dorong Sinkronisasi Peran NGO dalam Skema Karbon dan REDD+ di Riau
green4riau.id, Pekanbaru, 27 April 2026 – Pertemuan ini memperkuat koordinasi antara GREEN for Riau, NGO lokal, dan mitra teknis untuk menyelaraskan pemahaman mengenai skema karbon, REDD+ berbasis yurisdiksi, pembagian manfaat, serta peluang kolaborasi multipihak di Provinsi Riau. GREEN for Riau Initiative memperkuat koordinasi dengan organisasi masyarakat sipil atau NGO melalui pertemuan yang membahas perkembangan implementasi program, mekanisme perdagangan karbon, serta peluang keterlibatan multipihak dalam skema REDD+ berbasis...
read morePemprov Riau Percepat Sertifikasi Tanah Ulayat
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya mempercepat penerbitan sertifikasi tanah ulayat sebagai upaya memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat. Kemudian memperkuat tata kelola pertanahan yang berkelanjutan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan persoalan pertanahan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan hak masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di daerah. Karena itu, penyelesaiannya memerlukan sinergi...
read morePemuda Adat Pesisir Perkuat Solidaritas, Pengakuan Adat Harus Berujung pada Kesejahteraan
Bahtera Alam, Kepulauan Meranti – Puluhan pemuda adat dari berbagai komunitas masyarakat adat di Provinsi Riau berkumpul dalam kegiatan Konsolidasi Pemuda Adat Pesisir dalam Implementasi Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dan Konservasi Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bahtera Alam pada 16–18 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, serta Kampung Adat Suku Asli Anak Rawa Penyengat, Kabupaten Siak. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pemuda...
read moreDirjen Perhutanan Sosial Apresiasi Kelestarian Hutan Adat Imbo Putui di Kampar
RIAU ONLINE, KAMPAR – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani melakukan kunjungan ke Hutan Adat Imbo Putui, Kenegerian Petapahan, Kabupaten Kampar, Minggu, 21 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sekaligus melihat secara langsung praktik pengelolaan dan perlindungan hutan adat yang telah dilakukan oleh Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Petapahan. Dalam kesempatan tersebut,...
read moreMenaruh Hajat di Ulu Kedi
Bahtera Alam – Di kalangan komunitas Suku Asli di Kepulauan Meranti, ada satu tempat keramat yang dipercaya dapat membantu mengabulkan hajat. Tempat keramat itu berada di Desa Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Barat. Suku Asli menyebutnya Ulu Kedi. Merupakan suatu tempat pemujaan berbentuk bangunan persegi dengan atap untuk menaunginya. Bangunan berukuran sekitar 1 x 1,5 meter itu berwarna kuning terang dengan cat yang terlihat mulai usang. Di depannya terdapat kain kuning yang membentang dengan dua tulisan, satu aksara Cina dan satu lagi...
read morePerempuan Suku Akit: Antara Rumah Tangga, Ekonomi, dan Adat
Bahtera Alam – Persoalan gender merupakan salah satu pembahasan penting dalam Puak Melayu. Pada dasarnya tidak ada suatu aturan pun yang mengatur perbedaan status dan kedudukan laki-laki dan perempuan pada masyarakat Melayu di Riau, kecuali disekat oleh kodratnya masing-masing. Bahkan kedudukan perempuan dalam masyarakat Melayu ditempatkan pada posisi terhormat. Hal ini juga berlaku pada masyarakat Suku Akit yang mendiami berbagai wilayah di Provinsi Riau, termasuk Kepulauan Meranti. Persoalan gender bukan menjadi permasalahan dalam...
read moreMemperkuat Peran Masyarakat Adat dalam Sertifikasi Hutan
Bahtera Alam, Chiang Mai – Upaya memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan terus menjadi agenda penting di tingkat global. Hal ini tercermin dalam pertemuan regional “Indigenous Forest Stewardship: Navigating FSC Certification in Asia” yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 21–22 Maret 2026. Pertemuan ini merupakan bagian dari inisiatif Forest Stewardship Council (FSC) melalui mekanisme Permanent Indigenous Peoples Committee (PIPC), sebuah badan yang dibentuk untuk memastikan bahwa hak,...
read moreMasyarakat Adat Riau Bawa Isu Lokal ke Forum Internasional
Bahtera Alam, Chiang Mai – Kehadiran masyarakat adat dalam forum internasional bukan sekadar simbol representasi, tetapi menjadi ruang penting untuk menyuarakan realitas yang selama ini jarang terdengar. Hal inilah yang tercermin dari partisipasi Alit, perwakilan Suku Asli Anak Rawa dari Kampung Penyengat, Kabupaten Siak, dalam forum “Indigenous Forest Stewardship: Navigating FSC Certification in Asia” yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 21–22 Maret 2026. Alit hadir mewakili Perkumpulan Bahtera Alam. Sosok Alit bukanlah...
read moreApakah itu FOLU Net Sink 2030?
Bahtera Alam – Program Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 atau FOLU Net Sink 2030 merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk memastikan bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu menyerap emisi karbon lebih besar dibandingkan jumlah emisi yang dihasilkan pada tahun 2030. Dengan kata lain, sektor kehutanan diharapkan menjadi penyerap karbon bersih (net sink). Konsep “net sink” merujuk pada kondisi ketika jumlah karbon dioksida (CO₂) yang diserap oleh ekosistem seperti hutan, gambut, dan mangrove...
read morePegiat Lingkungan dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Riau Diskusikan GREEN for Riau: Memastikan Manfaat dan Partisipasi yang Adil
Pekanbaru, 5 Maret 2026 — Dunia kini bergerak semakin cepat menuju masa depan pembangunan rendah karbon, dan Provinsi Riau memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bagian penting dari transformasi tersebut. Namun, sebagaimana dalam setiap proses pembangunan, pertanyaan mendasar tetap perlu dijawab: bagaimana memastikan bahwa manfaat yang tercipta dapat dirasakan oleh semua pihak, dan bahwa seluruh proses berlangsung secara adil, inklusif, serta menghargai keberagaman kepentingan para pemangku kepentingan? Dalam diskusi bertajuk...
read more