Bupati Kepulauan Meranti Serahkan SK Pengakuan MHA untuk 3 Komunitas Adat
RIAU ONLINE, MERANTI – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun ini memiliki arti tersendiri bagi masyarakat adat. Di tengah pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) kepada tiga komunitas adat. Ketiga komunitas tersebut adalah MHA Suku Asli Tasik Putri Puyu, MHA Suku Asli Kebatinan Kerimbang, dan MHA Suku Asli Kebatinan Pancur. Penyerahan SK...
read moreDari Ghimbo Pomuan Menumbuhkan Masa Depan
Bahtera Alam, Kampar – Semangat menjaga hutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat terlihat dalam kegiatan penanaman pohon di Hutan Adat Ghimbo Pomuan, Kenegerian Kampa. Kegiatan yang digelar dalam rangka 81 Aksi Kehutanan ini menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, lembaga pendamping, organisasi nonpemerintah (NGO), dan generasi muda untuk bersama-sama merawat kawasan hutan yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Bagi Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kenegerian Kampa, hutan bukan sekadar kawasan yang...
read moreGREEN for Riau Dorong Sinkronisasi Peran NGO dalam Skema Karbon dan REDD+ di Riau
green4riau.id, Pekanbaru, 27 April 2026 – Pertemuan ini memperkuat koordinasi antara GREEN for Riau, NGO lokal, dan mitra teknis untuk menyelaraskan pemahaman mengenai skema karbon, REDD+ berbasis yurisdiksi, pembagian manfaat, serta peluang kolaborasi multipihak di Provinsi Riau. GREEN for Riau Initiative memperkuat koordinasi dengan organisasi masyarakat sipil atau NGO melalui pertemuan yang membahas perkembangan implementasi program, mekanisme perdagangan karbon, serta peluang keterlibatan multipihak dalam skema REDD+ berbasis...
read morePemprov Riau Percepat Sertifikasi Tanah Ulayat
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya mempercepat penerbitan sertifikasi tanah ulayat sebagai upaya memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat. Kemudian memperkuat tata kelola pertanahan yang berkelanjutan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan persoalan pertanahan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan hak masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di daerah. Karena itu, penyelesaiannya memerlukan sinergi...
read morePemuda Adat Pesisir Perkuat Solidaritas, Pengakuan Adat Harus Berujung pada Kesejahteraan
Bahtera Alam, Kepulauan Meranti – Puluhan pemuda adat dari berbagai komunitas masyarakat adat di Provinsi Riau berkumpul dalam kegiatan Konsolidasi Pemuda Adat Pesisir dalam Implementasi Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dan Konservasi Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Bahtera Alam pada 16–18 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, serta Kampung Adat Suku Asli Anak Rawa Penyengat, Kabupaten Siak. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pemuda...
read moreDirjen Perhutanan Sosial Apresiasi Kelestarian Hutan Adat Imbo Putui di Kampar
RIAU ONLINE, KAMPAR – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani melakukan kunjungan ke Hutan Adat Imbo Putui, Kenegerian Petapahan, Kabupaten Kampar, Minggu, 21 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, sekaligus melihat secara langsung praktik pengelolaan dan perlindungan hutan adat yang telah dilakukan oleh Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Petapahan. Dalam kesempatan tersebut,...
read moreMenaruh Hajat di Ulu Kedi
Bahtera Alam – Di kalangan komunitas Suku Asli di Kepulauan Meranti, ada satu tempat keramat yang dipercaya dapat membantu mengabulkan hajat. Tempat keramat itu berada di Desa Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Barat. Suku Asli menyebutnya Ulu Kedi. Merupakan suatu tempat pemujaan berbentuk bangunan persegi dengan atap untuk menaunginya. Bangunan berukuran sekitar 1 x 1,5 meter itu berwarna kuning terang dengan cat yang terlihat mulai usang. Di depannya terdapat kain kuning yang membentang dengan dua tulisan, satu aksara Cina dan satu lagi...
read morePerempuan Suku Akit: Antara Rumah Tangga, Ekonomi, dan Adat
Bahtera Alam – Persoalan gender merupakan salah satu pembahasan penting dalam Puak Melayu. Pada dasarnya tidak ada suatu aturan pun yang mengatur perbedaan status dan kedudukan laki-laki dan perempuan pada masyarakat Melayu di Riau, kecuali disekat oleh kodratnya masing-masing. Bahkan kedudukan perempuan dalam masyarakat Melayu ditempatkan pada posisi terhormat. Hal ini juga berlaku pada masyarakat Suku Akit yang mendiami berbagai wilayah di Provinsi Riau, termasuk Kepulauan Meranti. Persoalan gender bukan menjadi permasalahan dalam...
read moreMemperkuat Peran Masyarakat Adat dalam Sertifikasi Hutan
Bahtera Alam, Chiang Mai – Upaya memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan terus menjadi agenda penting di tingkat global. Hal ini tercermin dalam pertemuan regional “Indigenous Forest Stewardship: Navigating FSC Certification in Asia” yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 21–22 Maret 2026. Pertemuan ini merupakan bagian dari inisiatif Forest Stewardship Council (FSC) melalui mekanisme Permanent Indigenous Peoples Committee (PIPC), sebuah badan yang dibentuk untuk memastikan bahwa hak,...
read moreMasyarakat Adat Riau Bawa Isu Lokal ke Forum Internasional
Bahtera Alam, Chiang Mai – Kehadiran masyarakat adat dalam forum internasional bukan sekadar simbol representasi, tetapi menjadi ruang penting untuk menyuarakan realitas yang selama ini jarang terdengar. Hal inilah yang tercermin dari partisipasi Alit, perwakilan Suku Asli Anak Rawa dari Kampung Penyengat, Kabupaten Siak, dalam forum “Indigenous Forest Stewardship: Navigating FSC Certification in Asia” yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 21–22 Maret 2026. Alit hadir mewakili Perkumpulan Bahtera Alam. Sosok Alit bukanlah...
read more