Kegiatan


Bahtera Alam, Pekanbaru – Suku Sakai merupakan salah satu kelompok Masyarakat Adat di Riau di antara banyak suku-suku lainnya yang tersebar di beberapa wilayah Bumi Lancang Kuning, seperti Suku Bonai, Akit, Anak Rawa, Suku Laut, Petalangan, Duano, Talang Mamak, dan Melayu. Suku Sakai banyak tersebar di wilayah Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Rokan Hilir. Pada awalnya Suku Sakai sering disebut dengan suku terasing sebagaimana...

Read More

Bahtera Alam, Pekanbaru – Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) mengadakan pertemuan dengan Tim Asistensi Percepatan Pengakuan, Perlindungan dan Pemajuan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (Tanjak) guna berdiskusi dan membahas serta menyerahkan data Komunitas Adat se-Provinsi Riau. Keberadaan tanah ulayat adat saat ini sudah porak poranda dan banyak dieksploitasi oleh aktivitas koorporasi. Namun, sesuai instruksi Presiden RI Joko...

Read More

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Untuk kali pertama Riau berhasil mengantongi legalitas hutan adat. Ini adalah momentum awal yang baik untuk mempertahankan adat di Riau. Hutan Adat masuk dalam bagian Perhutanan Sosial,  di mana di dalamnya terdapat Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemitraan, dan Hutan Adat. Selain Hutan Adat, perolehan legalitasnya melalui penerbitan izin oleh negara yang kemudian diberikan...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Potensi madu lebah di Desa Batu Sanggan bisa sangat menjanjikan apabila dibudidayakan dengan benar dan dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Madu lebah banyak digemari terutama yang dihasilkan dari lebah kelulut karena rasanya yang unik, yaitu dari jenis Trigona spp. atau dikenal pada tingkat lokal dengan nama Kelulut atau Galo Galo atau Trigona. Lebah kelulut termasuk jenis yang tidak ganas dan tidak...

Read More

JAKARTA, BAHTERA ALAM – Para aktivis dan perwakilan masyarakat dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua melakukan pertemuan di Jakarta guna mendorong kebijakan yang menjamin hak masyarakat untuk mengakses sumber daya tanah dan hutan. Kegiatan ini dipandu oleh YMKL dan Pusaka dengan dukungan Forest Peoples Programme dan Rainforest Foundation Norway pada Kamis, 28 November 2019. Pertemuan yang berlangsung di Yello Hotel...

Read More
Kampung Adat Siak Mau Dibawa Kemana?

Kampung Adat Siak Mau Dibawa Kemana?


Posted By on Oct 17, 2019

SIAK – BAHTERA ALAM – Sejak dikeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Siak No. 2 Tahun 2015, tentang Penetapan Kampung Adat di Kabupaten Siak, struktur pemerintah Kampung Adat untuk jabatan Penghulu masih dipegang oleh Pejabat Sementara Penghulu yang statusnya secara administrasi memiliki keterbatasan dan wewenang dalam menjalankan pemerintahan kampung. Terbitnya Perda ini sejatinya didorong oleh situasi dan...

Read More

SELASAR RIAU, SIAK – Bupati Siak, Alfedri mendukung penuh keinginan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk mewujudkan Hutan Adat di kabupaten berjuluk Kota Istana tersebut. Hutan Adat ini merupakan bagian dari Masyarakat Hukum Adat yang kini lagi disusun oleh LAMR untuk dijadikan sebagai sebuah Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau tersendiri, selain Perda Nomor 15 tahun 2010 tentang Tanah Ulayah dan Pemanfaatannya. “Di...

Read More

SIAK (RIAUPOS.CO) – Riau memiliki 9 sampai 10 masyarakat adat. Sebagian masyarakat adat Riau termarginalkan. Mereka terasing di negeri sendiri. Kawasan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka belakangan dijadikan hak guna usaha (HGU) dan kawasan hutan. Ada regulasi, namun belum bisa menyelesaikan masalah itu. Sebagian masyarakat adat saat ini berada dalam kecemasan dan sebagian lainnya tidak memiliki tempat tinggal. Untuk...

Read More

[RILIS MEDIA] Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) terima masyarakat dari 6 kenegarian di Riau. Kedatangan masyarakat untuk menyerahkan usulan hutan adat yang meliputi luas total 10.318,5 hektare di Kabupaten Kampar Riau. Angka ini menyumbang untuk pemenuhan 12,7 juta hektare target perhutanan sosial di seluruh Indonesia. “Ini merupakan pertama hutan adat yang pertama dari Riau” ungkap Kepala Sub Direktoral Pengakuan...

Read More

PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Proses pengusulan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Wilayah, dan Hutan Adat Kabupaten Kampar terus berlangsung. Pada Selasa, 23 April 2019 bertempat di Hotel Ayola Pekanbaru, berlangsung pertemuan sejumlah parapihak yang difasilitasi oleh Direktur Jenderal KSDAE Wiratno. Hadir dalam pertemuan tersebut Lembaga Adat Kenegerian Tapung dan Kampar, dan utusan Ninik Mamak dari Kenegerian Kuok,...

Read More

JAKARTA, BAHTERA ALAM – Proses pengusulan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Wilayah, dan Hutan Adat Kabupaten Kampar terus berlangsung. Ada tiga usulan yang telah diakui dan ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kampar, yaitu dua usulan di dalam kawasan hutan (Suaka Margasatwa Rimbang Baling) dan satu lagi di area penggunaan lain (APL). Tiga Kengerian yang telah diakui oleh pemerintah Kabupaten Kampar adalah Kenegerian...

Read More

BENGKULU, BAHTERA ALAM – Konflik kepentingan dalam penguasaan sumber daya alam yang terjadi antara pemerintah, pemangku kawasan, dan masyarakat pada beberapa tahun ini semakin mengemuka di antara berbagai isu nasional. Dalam konteks konservasi, konflik tersebut sering muncul ke permukaan dalam bentuk persaingan antara kepentingan pembangunan di satu pihak dan konservasi di pihak lain. Selain itu, kepentingan masyarakat lokal...

Read More

PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Green Radio Pekanbaru melalui program Mahoni (masyarakat, hutan dan nasib negeri) yang disiarkan setiap Senin hingga Rabu pada pukul 15:00 – 16:00 WIB, mengangkat tema Masyarakat Hutan Adat di Kampar dan mengundang narasumber Harry Oktavian, Direktur Eksekutif Bahtera Alam dan Himyul Wahyudi Ketua AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Kampar. Ada empat kenegerian yang diusulkan menjadi hutan...

Read More
Inisatif Pertama Hutan Adat di Riau

Inisatif Pertama Hutan Adat di Riau


Posted By on Oct 29, 2018

PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Provinsi Riau segera memiliki Hutan Adat pasca penyerahan usulan hutan adat oleh 4 kenegerian di Kabupaten Kampar. Usulan ini menyambut kebijakan Perhutanan Sosial yang digadang-gadang pemerintah. Secara nasional, target Perhutanan Sosial mencapai 12,7 juta hektare, sementara Riau mendapat jatah mencapai 1,38 juta hektare hingga 2019. Bupati Kampar, H. Azis Zaenal, SH, MM telah menerima usulan 4 kenegarian...

Read More

PEKANBARU,  REPORTASERIAU.COM – Ancaman Uni Eropa untuk memboikot produk sawit dari Indonesia dijawab pemerintah RI lewat moratorium sawit. Presiden menginstruksikan jajarannya melakukan perbaikan tata kelola sawit dengan menghentikan sementara pemberian izin perkebunan sawit. Instruksi Presiden tersebut menyisakan tugas berat bagi banyak pihak. Pada 17 Januari 2018, keluar sebuah laporan berjudul Report on the Proposal for a...

Read More

tribunpekanbaru.com – Liputan video prosesi acara penyerahan dokumen usulan 4 Hutan Adat di Kampar oleh para datuk kepada Bupati Kampar, H. Azis Zaenal, SH, MM yang dilakukan di jantung Hutan Larangan Adat Imbo Putui, Petapahan pada Kamis, 13 September 2018.   Imbo Putui Saksi Penyerahan Usulan Hutan...

Read More

TAPUNG, BAHTERA ALAM – Pagi ini saya bertambah sehat, karena kita menghirup udara yg betul-betul betul fresh di tengah hutan, serasa di Istana Bogor. Kita patut bersyukur kreana masih banyak para datuk yang sangat peduli dengan hutan adat dan hutan lindung. Kita semua harus mencintai hutan kita ini. Demikian buka H. Azis Zaenal, SH, MM, Bupati Kampar pada Kamis, 13 September 2018. Semua pihak harus mempertahankan hutan adat, dan...

Read More
Geliat Ekowisata Batu Sanggan

Geliat Ekowisata Batu Sanggan


Posted By on Aug 10, 2018

[Oleh : Nuskan/Syafrizaldi JPang]  Setengah siang hampir berlalu saat bis kami meliuk di jalan aspal, dari Pekanbaru menuju Gema. 14 orang di dalam bis tampak canggung. Sebagian mereka adalah para relawan dari Perkumpulan Triple Eleven berbasis di Belgia. Sebagian lagi adalah personil Perkumpulan Bahtera Alam dan Sawit Watch yang berbasis di Pekanbaru dan Bogor. Barangkali perjumpaan yang baru sesaat, ditambah dengan perbedaan bahasa...

Read More

PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Pada Selasa, 7 Agustus 2018, Bahtera Alam mengadakan pertemuan di Pekanbaru terkait Rencana Tindak Lajut (RTL) untuk penyelesaian kasus di desa Sungai Rawa dan Muara Bungkal. Pertemuan ini merupakan diskusi lanjutan pasca kegiatan workshop Tanaman Kehidupan yang diselenggarakan oleh Bahtera Alam dan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pangeran Hotel pada 12 Juli 2018...

Read More

BANGKINANG, BAHTERA ALAM – Kabupaten Kampar sangat luas dan memiliki 21 Kecamatan serta banyak masyarakat adat yang belum terdata, walau Peraturan Bupati sudah dimiliki namun pendataan masyarakat adat belum dilakukan. Dalam proses pengakuan masyarakat adat setelah 6 bulan mencari formula, akhirnya berlabuh di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam memulai proses pengakuan masyarakat hukum Adat. Demikian kata Sekretaris...

Read More