Parapihak Dorong Strategi Penyelesaian Konflik

Posted By admin on Aug 7, 2018


PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Pada Selasa, 7 Agustus 2018, Bahtera Alam mengadakan pertemuan di Pekanbaru terkait Rencana Tindak Lajut (RTL) untuk penyelesaian kasus di desa Sungai Rawa dan Muara Bungkal. Pertemuan ini merupakan diskusi lanjutan pasca kegiatan workshop Tanaman Kehidupan yang diselenggarakan oleh Bahtera Alam dan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pangeran Hotel pada 12 Juli 2018 lalu.

Desa Sungai Rawa dan Muara bungkal telah lama menjadi perhatian sejak perusahaan Arara Abadi yang beroperasi di wilayah mereka belum memenuhi kewajibannya untuk mewujudkan tanaman kehidupan bagi masyarakat baik yang 5 persen maupun yang 20 persen, sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan pemerintah.

 

Pertemuan ini mengundang parapihak dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dari kampung Muara Bungkal dan Sungai Rawa untuk berdiskusi tentang RTL dan menyusun rencana serta strategi ke depan. Hadir pula dalam kesempatan itu Tedi dan Miswadi dari SWGR yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) yang diinisiasi oleh grup APP dan beberapa LSM. Pokja ini bekerja untuk bisa menyelesaikan kasus-kasus secara prioritas di wilayah kerja PT. Arara Abadi.

Meskipun pihak PT. Arara Abadi berhalangan hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan di kantor Bahtera Alam tersebut, Harry Oktavian selaku Direktur Eksekutif Bahtera Alam menyebutkan bahwa pihak perusahaan harus mengikuti aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terutama peraturan-peraturan terkait dengan tanaman kehidupan. [BA-MM]

206

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *