Berita


Suku Sakai Bathin Sobanga Ajukan Pengakuan Hutan Adat 240 Ha

Posted by on 10:32 am in Berita, Featured, Kegiatan | 0 comments

Suku Sakai Bathin Sobanga Ajukan Pengakuan Hutan Adat 240 Ha

Bahtera Alam, Pekanbaru – Suku Sakai merupakan salah satu kelompok Masyarakat Adat di Riau di antara banyak suku-suku lainnya yang tersebar di beberapa wilayah Bumi Lancang Kuning, seperti Suku Bonai, Akit, Anak Rawa, Suku Laut, Petalangan, Duano, Talang Mamak, dan Melayu. Suku Sakai banyak tersebar di wilayah Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Rokan Hilir. Pada awalnya Suku Sakai sering disebut dengan suku terasing sebagaimana suku-suku terpencil lainnya yang ada di nusantara, tetapi kemudian penamaan masyarakat suku terasing kurang tepat,...

read more

Masyarakat Kampung Penyengat Desak Pemkab Siak Gesa SK Peta Wilayah Hutan Adat

Posted by on 6:04 pm in Berita, Featured | 0 comments

Masyarakat Kampung Penyengat Desak Pemkab Siak Gesa SK Peta Wilayah Hutan Adat

Pekanbaru, Cakaplah.com – Tokoh-tokoh adat Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mempercepat Surat Keputusan (SK) peta wilayah hutan adat di kampung tersebut. SK tersebut sebagai syarat usulan hutan adat Kampung Penyengat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Dimana saat ini tahapan rencana usulan hutan adat itu mandek di Pemkab Siak. “Kami mendesak tim Pemkab Siak mempercepat tahapan SK peta wilayah hutan adat di Kampung Penyengat,” pinta...

read more

Legenda Putri Kaca Mayang dari Kerajaan Gasib

Posted by on 7:04 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Legenda Putri Kaca Mayang dari Kerajaan Gasib

[Oleh : Nuskan Syarif] Kerajaan Gasib dahulu berada di Hulu Sungai Jantan (Sungai Siak), Kerajaan Gasib sendiri merupakan kerajaan Hindu/Budha sebelum agama Islam masuk dan menjadi agama kerajaan. Banyak sejarah dan kisah dengan berbagai versi diceritakan oleh masyarakat Kampung Adat Gasib. Konon Kerajaan Gasib yang berdiri pada abad ke 14 dan 15 menjadi penerus Kerajaan Sriwijaya setelah runtuh pada sekitar akhir abad ke 13. Demikian Juru Kunci Makam Putri Kaca Mayang membuka alkisah saat berbincang-bincang dengan Nuskan Syarif dari Bahtera...

read more

Tangkasnya Pemuda Batu Songgan dalam Tradisi Manabok ikan

Posted by on 6:42 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Tangkasnya Pemuda Batu Songgan dalam Tradisi Manabok ikan

[Oleh : Nuskan Syarif] Manabok Ikan merupakan tradisi menangkap ikan yang biasa dilakukan oleh anak-anak muda di Kekhalifahan Batu Songgan, khususnya di Kenegerian Batu Songgan. Sebagai tradisi lokal, tidak semua orang bisa melakukannya karena perlu kemampuan khusus dan kebiasaan dalam menangkap ikan berenang liar di aliran Sungai Subayang yang deras. Jenis ikan yang ditangkap adalah beberapa jenis ikan seperti Kulaghi yang terkenal dengan kecepatannya berenang di arus deras, dan Sungai Subayang dengan ekosistemnya masih lestari menjadi...

read more

Sambagh Bakacau, Sambal Tradisi Khas Kampar Kiri Hulu

Posted by on 8:38 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Sambagh Bakacau, Sambal Tradisi Khas Kampar Kiri Hulu

[Oleh : Nuskan Syarif] Kekhalifahan Batu Songgan memiliki banyak tradisi yang unik dan masih berkekalan hingga saat ini, salah satunya adalah tradisi masakan tradisional. Konon siapa yang sudah pernah mencicipi masakan khas daerah ini, maka akan rindu kembali untuk mencicipinya. Salah satu masakan unik asli tradisi tempatan yang selalu menggugah selera adalah Sambal (Sambegh) Bakacau. Sambagh Bakacau adalah masakan khas masyarakat hukum adat yang tinggal di sepanjang sungai Subayang, sungai yang membelah hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimba...

read more

Inpres Moratorium Sawit Tidak Berdampak Nyata bagi Petani Kecil

Posted by on 4:39 pm in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Inpres Moratorium Sawit Tidak Berdampak Nyata bagi Petani Kecil

[Oleh : Hasri Dinata] Kampung Mengkapan adalah kampung tertua di wilayah Kecamatan Sungai Apit , Kabupaten Siak Provinsi Riau. Kampung ini berdiri pada tahun 1911 berkat swadaya masyarakat pada masa itu. Kampung tua ini hampir 70% tanahnya bergambut dan di atas lahan tersebut masyarakat mengelolanya menjadi kebun kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan ekonomi meskipun dalam luas lahan yang terbatas. Bapak Hasan yang ditemui Hasri dari tim Bahtera Alam, dalam kesempatan itu menceritakan pengalaman dalam mengolah kebun miliknya. Sebagai salah...

read more

Tata Cara Nikah Kawin Suku Asli Anak Rawa Kampung Adat Penyengat

Posted by on 7:30 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Tata Cara Nikah Kawin Suku Asli Anak Rawa Kampung Adat Penyengat

[Oleh : Nuskan Syarif] Provinsi Riau merupakan pusat kebudayaan dan tradisi melayu dan di beberapa wilayahnya masih ada sejumlah suku asli atau terasing yang dikenal dengan sebutan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Di Riau eksistensi komunitas dimaksud dikelompokkan dalam lima (5) suku yaitu Suku Sakai, Suku Talang Mamak, Suku Akit (Suku Asli Anak Rawa), Suku Laut (Duano), dan Suku Bonai yang tersebar di beberapa kabupaten tertentu. Komunitas ini banyak yang masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang atau tradisi turun temurun seperti...

read more

‘Tradisi Makan Di Pulau,’ Tradisi Unik Makan Bersama

Posted by on 8:22 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

‘Tradisi Makan Di Pulau,’ Tradisi Unik Makan Bersama

[Oleh : Nuskan Syarif] Tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun dari generasi terdahulu atau nenek moyang yang masih dijalankan di tengah-tengah masyarakat tertentu hingga kini. Demikian pula tradisi yang masih melekat di tengah masyarakat Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, yaitu tradisi ‘Makan di Pulau.’ ‘Tradisi Makan di Pulau’ merupakan sebuah tradisi yang memiliki ikatan kental antara manusia, sungai, dan hutan. Pada waktu tertentu, mereka menentukan tempat di sebuah pulau yang ada lubuknya untuk dijadikan lokasi makan bersama. Tradisi...

read more

Eksistensi Perempuan Adat di Kenegerian Batu Songgan

Posted by on 7:27 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Eksistensi Perempuan Adat di Kenegerian Batu Songgan

[Oleh : Nuskan Syarif] Peran penting seorang perempuan adat di sebuah kenegerian sangat fundamental, jika seorang perempuan tidak berada di hadapan sebuah perhelatan makan secara adat, niscaya acara tidak akan berjalan baik. Di dalam sebuah lembaga kenegerian, perempuan berada di tingkat teratas meskipun bukan pengambil keputusan, namun bisa memberikan masukan atas persoalan yang akan diputuskan oleh pihak laki–laki adat. Perempuan dalam masyarakat adat di Kekhalifahan Batu Songgan disebut Siompu. Dahulunya di Kenegerian Batu Songgan –...

read more

Sawit Tidak Lagi Dilirik, Nenas Menjadi Primadona

Posted by on 8:42 am in Berita, Featured, Pojok Bahtera | 0 comments

Sawit Tidak Lagi Dilirik, Nenas Menjadi Primadona

[Oleh : Hasri Dinata] Ada pepatah yang mengatakan ‘’begughu ke hutan, bepedoman ke tanah’’ (hutan tanah adalah sumber pengetahuan dan penghidupan). Apo adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-sehari bekerja mengolah kebun nenasnya demi membantu suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat matahari sudah menampakkan terik sinar yang begitu cerah, Apo akan bersiap meninggalkan kebun dan harus pulang ke rumah untuk menyiapkan dan memasak makanan bagi keluarganya. Petang itu, sambil meneguk kopi yang dibuatnya, Apo bertutur kepada Hasri...

read more