Sambagh Bakacau, Sambal Tradisi Khas Kampar Kiri Hulu

Posted By admin on Aug 5, 2020


[Oleh : Nuskan Syarif] Kekhalifahan Batu Songgan memiliki banyak tradisi yang unik dan masih berkekalan hingga saat ini, salah satunya adalah tradisi masakan tradisional. Konon siapa yang sudah pernah mencicipi masakan khas daerah ini, maka akan rindu kembali untuk mencicipinya. Salah satu masakan unik asli tradisi tempatan yang selalu menggugah selera adalah Sambal (Sambegh) Bakacau.

Sambagh Bakacau adalah masakan khas masyarakat hukum adat yang tinggal di sepanjang sungai Subayang, sungai yang membelah hutan Suaka Margasatwa Bukit Rimba Bukit Baling yang berada di Kabupaten Kampar. Sungai nan jernih ini kaya dengan beragam ikan yang menjadi sumber ekonomi masyarakat sekitar, dan dari sungai ini pula sebuah masakan tradisional berbahan ikan diciptakan dan menjadi penganan unik yang terkenal seantero masyarakat di kenegerian Batu Songgan dan di Kekhalifahan Batu Songgan.

Sambagh Bakacau ini bahan dan resepnya diperoleh dari ladang dan kebun masyarakat, sehingga campuran bumbu dan rempahnya bercita rasa unik dari resep lokal tradisional asli ramuan masyarat kenegerian tersebut. Ikannya sebagai bahan utama adalah berasal dari kekayaan alam di Sungai Subayang. Jenis ikan segar yang dijadikan bahan utama Sambagh Bakacau ini pun beragam, diantaranya ada dari jenis ikan Juaro (Juagho), Baung, dan Barau (Baghau), dan banyak lagi.

Sambagh Bakacau asyiknya disajikan dengan nasi panas, sayuran rebus, dan ulaman menggunakan cabe giling mentah, kemudian disantap bersama-sama di ladang, kebun, atau di pinggir sungai akan lebih menambah kenikmatan rasa dan suasana.

Sambagh Bakacau, masakan khas tradisional Kekhalifahan Batu Songgan Kabupaten Kampar [Foto : Bahtera Alam]

Jika berbicara tentang Sambagh Bakacau maka soal rasa memang tiada duanya, walau terlihat biasa namun resepnya cukup etnik. Ia diramu dari cabe rawit ladang, berkolaborasi dengan bumbu rempah lainnya, dan dimasak dengan penuh suka cita sehingga menghasilkan masakan yang memberikan perasaan berbeda-beda bagi setiap orang yang mencicipinya. Ada banyak cita rasa dihasilkan dari sambal ini, tergantung jenis bahan yang dikedepankan. Ada Sambagh Bakacau orisinil yang mana bumbunya diambil dan diramu seperti biasa, dan ada pula yang dipadukan dengan kincung dan beberapa jenis tanaman hutan lainnya. Konon dulu sekali, buah kulim juga menjadi bumbu masakan campuran dalam Sambagh Bakacau.

Menu sambal unik ini tersaji hampir setiap hari di rumah Masyarakat Hukum Adat di Kengerian Batu Songgan, khususnya Kekhalifahan Batu Songgan. Masakan ini menjadi idola saat kunjungan orang-orang besar atau tamu penting serta wisatawan yang datang ke Kenegerian Batu Songgan. Setiap tamu dan wisatawan yang berkunjung, menu masakan Sambagh Bakacau selalu dihidangkan saat acara makan bersama.

Uniknya, tidak banyak yang bisa memasak sambal tradisional ini dan tidak banyak yang mampu mempertahankan cita rasa dan bumbu lokal yang diresepkan. Ada yang bisa membuat atau memasaknya tetapi selalu berbeda cita rasa yang dihasilkan. Terkadang bumbu sama namun cita rasa dari ikan yang menjadikannya sedikit berbeda.

Khasnya, Sambagh Bakacau diolah dari lembar dedaunan sebagai bumbu rempah. Dedaunan yang digunakan adalah daun kunyit, daun salam, dan daun jeruk purut, lalu semua dimasukkan di saat bumbu sedang ditumis sehingga menimbulkan bau wangi. Setelah bumbu ditumis hingga wangi, lalu ikan dimasukan dan ditambah dengan sedikit air dan bumbu lainnya sebagai penyedap. Biarkan bumbu meresap ke dalam ikan lalu dibalik-balik (dikacau) sesekali, jika semuanya dirasa matang baru diangkat dan disajikan dalam keadaan panas.

Sambagh Bakacau dapat dibuat dengan dua versi, pertama Sambagh Bakacau Basah dan Sambagh Bakacau Kering. Sambagh Bakacau Basah diberi sedikit air untuk kuahnya sedangkan Sambagh Bakacau Kering tidak diberi air. Selain itu ada juga versi dengan bumbu alami cabe rawit dan juga ada dengan cabe merah. Sambagh Bakacau dengan cabe merah tidak dianjurkan karena akan menghilangkan khas cita rasa dari masakannya. Sambagh Bakacau akan selalu bisa dinikmati jika kita berkunjung ke daerah Kampar Kiri dan Kampar Kiri hulu khususnya, di Kekhalifahan batu Songgan.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *