Bahtera Alam, Duri – Suku Sakai merupakan salah satu masyarakat adat tertua yang bermukim di Provinsi Riau. Komunitas ini tersebar terutama di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, yang terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni Batin Solapan dan Batin Nan Limo. Dalam perkembangannya, sejumlah komunitas yang berada di wilayah Batin Nan Limo telah memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah daerah. Hingga kini, terdapat empat...
Read MoreSebuah Pengantar Hutan bukan sekadar hamparan kayu dan pohon — bagi masyarakat adat dan komunitas lokal di Indonesia, hutan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan: sumber mata pencaharian, penopang budaya, sekaligus benteng terhadap krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan harus menegaskan komitmen terhadap hak asasi manusia, keanekaragaman hayati, dan keadilan sosial....
Read MoreSuaraRiau.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyerahkan SK Indikatif Hutan Adat Wilayah Imbo Laghangan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) beberapa waktu lalu. Langkah ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Eksekutif Bahtera Alam, Harry Oktavian yang menilai keputusan ini menjadi momentum penting bagi penguatan budaya dan keberlanjutan lingkungan di Negeri Pacu Jalur. Harry mengapresiasi...
Read MoreBahtera Alam – Perdagangan karbon dalam skema REDD+ menempatkan hutan sebagai sumber jasa lingkungan yang memiliki nilai ekonomi. Dalam konteks ini, keberadaan dan peran Masyarakat Hukum Adat (MHA) menjadi sangat penting. Merekalah yang selama turun-temurun menjaga, mengelola, serta melindungi kawasan hutan melalui pengetahuan lokal, aturan adat, dan praktik tradisional yang terbukti menjaga kelestarian. Karena itu, skema REDD+...
Read MoreRIAU ONLINE, PEKANBARU – Provinsi Riau memiliki potensi besar dalam pengelolaan hutan adat. Sejumlah lembaga, termasuk World Resources Institute (WRI), memetakan indikasi potensi hutan adat di daerah ini yang bisa mencapai sekitar 300 ribu hektare. Sebaran terbesarnya berada di kawasan dataran tinggi dan hulu, seperti Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu. Di wilayah tersebut, masyarakat adat dikenal masih...
Read MoreBahtera Alam – Hutan alam adalah paru-paru dunia. Di dalamnya tersimpan kehidupan, udara bersih, sumber air, dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Namun, ada satu hal penting yang sering tidak terlihat mata: hutan juga menyimpan cadangan karbon. Karbon ini tersimpan di batang pohon, daun, akar, hingga tanah, hasil dari proses fotosintesis selama puluhan bahkan ratusan tahun. Cadangan karbon ibarat “tabungan” bumi. Saat...
Read MoreBahtera Alam. Di sebuah desa di pesisir timur Riau, suara doa dan denting irama tradisi masih menggema saban tahun. Masyarakat Hukum Adat Suku Akit di Desa Tanjung Padang menyebutnya Bele Kampung, sebuah ritual sakral yang diwariskan turun-temurun sebagai penanda hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Tahun ini, kegiatan Bele Kampung dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2025 dimulai dari pagi hingga malam menjelang pukul 22.00 WIB....
Read MoreSULUHONLINE.ID (RENGAT) – Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menerima kunjungan silaturahmi dari Batin – Batin Suku Adat Talang Mamak bersama lembaga Bahtera Alam, Selasa 14 Oktober 2025. Salah satu Patih Adat dari Rakit Kulim menyerahkan Persirihan dan memakaikan Topi Togoh kepada Bupati Ade sebagai lambang kehormatan dari Masyarakat Suku Talang Mamak. Sebagai wadah diskusi, pertemuan itu berlangsung di Rumah Dinas...
Read MoreDetikNews.Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaparkan beberapa program Kementerian Kehutanan yang sudah berjalan dan terwujud di masyarakat. Apa saja? “Banyak (terwujud), Perhutanan Sosial itu kan salah satu cara titik temu antara kepentingan pembangunan dan lingkungan kita, dalam kurun waktu cukup lama masyarakat semacam diharamkan untuk masuk ke hutan, dijaga secara ketat oleh polisi hutan yang terjadi adalah...
Read MoreBahtera Alam – Tujuh likow atau tujuh likur merupakan salah satu ritual di komunitas Suku Akit yang memiliki singgungan dengan Islam. Acara tujuh likur bertepatan dengan dua puluh tujuh Ramadhan kalender hijriah. Kalangan umat Islam di Pulau Jawa meyakini pada malam-malam ganjil akhir Ramadhan terutama malam 25, 27, atau 29 merupakan malam yang baik atau Lailatul Qodar. Maka di sebagian kalangan umat Islam, pada malam-malam itu...
Read MoreBahtera Alam – Joget sonde merupakan tarian tradisional atau dalam istilah Melayu disebut joged. Tarian tradisional ini berasal dari kalangan Suku Akit di Desa Sonde, dibuat pada tahun 1960-an, sehingga disebut dengan Joged Sonde. Penerus Joged Sonde saat ini adalah Cik Minah. Ia memainkan Joged Sonde diiringi alat musik tradisional yaitu tetawak (gong), piul (biola), dan tamur (rebana). Lagunya yang terkenal bernama “Jengger...
Read MoreBahtera Alam – Provinsi Riau saat ini sedang bergerak menuju arah pembangunan hijau melalui berbagai inisiatif, salah satunya program GREEN for Riau. Salah satu langkah penting yang sedang diperkenalkan adalah penggunaan ART-TREES sebagai standar internasional untuk mendukung implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi. Lalu, apa sebenarnya arti istilah ini dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat adat serta lokal di Riau? REDD+...
Read MoreBahtera Alam – Target besar Indonesia untuk mencapai FOLU Net Sink 2030 telah menjadi perhatian banyak pihak. Konsep ini berarti sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Use/FOLU) harus mampu menyerap emisi karbon lebih besar atau setidaknya setara dengan jumlah emisi yang dilepaskan pada tahun 2030. Ambisi ini bukan hanya soal menjaga iklim global, tetapi juga menyangkut masa depan hutan dan masyarakat...
Read MorePekanbaru berazamcom – Komunitas suku asli ‘Talang Mamak’ di Kabupaten Indragiri Hulu, tampaknya menjadi satu-satunya masyarakat adat di Riau yang belum mendapat pengakuan formal pemerintah, sehingga rentan terhadap konflik agraria dan menjadi korban konflik itu. Hal ini terungkap dalam FGD (focus group discussion) yang ditaja FISIP Universitas Riau, (Unri), Kamis (24/7) akhir pekan lalu. Menurut Junaidi Syam SSn MA, pengakuan...
Read MoreBahtera Alam – Masyarakat Adat memiliki cara tersendiri untuk hidup dalam harmoni dengan alam, sebagai warisan dari leluhur yang kaya kearifan tradisional. Salah satunya adalah Suku Asli Anak Rawa Penyengat, yang dikenal sebagai salah satu suku tertua di Provinsi Riau. Nilai-nilai budaya dan kearifan tradisional mereka tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi, meskipun zaman terus berubah dan menuntut persaingan....
Read MoreSelatpanjang, 11 Juni 2025 – Dua perwakilan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Meranti menghadiri kegiatan Diskusi Tindak Lanjut Awal Isu Pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Rabu, 11 Juni 2025. Perwakilan dari Kantor Pertanahan yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Indra Permana Raja Gukguk, S.H., dan Heru...
Read MoreBahtera Alam, Pekanbaru – Masyarakat Hukum Adat (MHA) merupakan bagian integral dari masyarakat Indonesia yang memiliki hak konstitusional untuk diakui dan dilindungi, sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Namun, dalam praktiknya, pengakuan dan perlindungan MHA di tingkat daerah masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal pemahaman yang mendalam mengenai konsep MHA dan mekanisme pengakuannya....
Read MoreOleh Tim Kompas. 28 Mei 2025 08:00 WIB • Nasional. Tanpa undang-undang ini, masyarakat adat akan terus berada di bawah bayang-bayang ancaman perampasan wilayah dan ketimpangan sosial yang makin dalam. Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat menjadi urgensi yang tak bisa ditunda lagi. Selama lebih dari satu dekade, tepatnya 12 tahun, masyarakat adat terus hidup dalam ketidakpastian hukum, terpinggirkan oleh regulasi sektoral, dan...
Read MoreHALUANRIAU.CO. (RENGAT) – Berbagai aspirasi di suarakan masyarakat dalam agenda Dialog Pemangku Kepentingan Terhadap Implementasi Kebijakan FSC (Forest Stewardship Council) di Kabupaten Indragiri Hulu. Agenda ini ditaja oleh PT Patala Unggung Gesang di aula kantor Bappeda Inhu, Selasa (6/5) yang dihadiri dari berbagai lini kelompok masyarakat. Ada beberapa narasumber dihadirkan dalam dialog ini di antaranya Ketua DPRD Inhu Sabtu...
Read MoreBahtera Alam – Pengakuan terhadap masyarakat adat dan hutan adat merupakan langkah penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Masyarakat adat telah hidup turun-temurun di wilayahnya sendiri dengan sistem pengetahuan, hukum, dan kearifan lokal yang sangat kaya. Mereka menjaga alam bukan hanya sebagai sumber daya, melainkan sebagai bagian dari identitas dan kehidupan spiritual mereka. Oleh...
Read More