Featured


(Mencari Jejak Sejarah di Bumi Khatulistiwa) Oleh : ZALDI ISMET 1. Orang Subayang dalam Adat Akhir abad ke 18 tepatnya 1883 Masehi kondisi Rantau Kampar kiri dalam kondisi tegang, ekpedisi Netcher dari pemerintah Kolonial Belanda yang berpusat di Bengkalis, sudah lalu memasuki Rantau Kampar Kiri. mereka melakukan berbagai penyelidikan terhadap sumber saya alam berupa hasil tambang, hasil hutan, kekayaan alam yang tersimpan di dalam...

Read More

[Bahtera Alam] Perhutanan Sosial (PS) adalah sistem pengelolaan Hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan. (PP....

Read More

Bahtera Alam – Beberapa tahun yang lalu, sebagian besar masyarakat Kampung Penyengat Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Tetapi saat ini profesi sebagai nelayan tidak bisa lagi dipertahankan karena hasil tangkapan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurut penelitian Suci Fahriza, dkk. (2020), di Kampung tidak ada tempat untuk menjual hasil tangkapan dan pemerintah...

Read More

Bahtera Alam – Hutan Adat Imbo Ayo yang berada di Desa Kesumbo Ampai Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, merupakan rumah singgah bahkan tempat tinggal bagi beberapa jenis burung yang bermigrasi atau menetap di wilayah adat Bathin Sobanga. Jenis burung seperti Rangkong Badak, Rangkong Papan, Kengkareng Perut Putih dan Kengkareng Hitam sering terlihat bertengger di atas dahan pohon pada pagi dan sore hari....

Read More

Bahtera Alam, Siak Sri Indrapura – Suku Sakai Bathin Sobanga dan Suku Asli Anak Rawa merupakan dua komunitas suku asli di Riau yang sampai saat ini masih memiliki Hutan Adat walaupun masih dalam tahap pengusulan untuk mendapat pengakuan dari negara. Kedua komunitas suku asli ini memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) seperti hutan dan sungai. Dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut, Perempuan Adat...

Read More

Bahtera Alam – Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat adat Suku Sakai khususnya Bathin Sobanga memiliki budaya berburu dan meramu. Berburu dan meramu merupakan pola kehidupan masyarakat adat Suku Sakai sejak dahulu kala, dan dilakukan oleh kaum laki-laki (orang tua, pemuda, dan anak laki-laki yang beranjak dewasa). Orangtua akan mewariskan ilmu berburu dan meramu kepada anak laki-laki mereka agar ketika dewasa kelak memiliki bekal...

Read More
Perempuan Adat dan Pengelolaan SDA

Perempuan Adat dan Pengelolaan SDA


Posted By on Jun 2, 2022

Bahtera Alam – Di saat matahari pagi timbul di ufuk Timur dan diiringi kicauan burung bersahutan, seorang Perempuan Adat telah ‘tenggelam’ dalam aktivitas rutin harian dengan berbagai kegiatan rumah tangga. Setelah selesai mengurus segala keperluan keluarga, sang ibu mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk berangkat ke kebun. Sebuah ambung (wadah yang ukurannya mirip karung yang dianyam menggunakan rotan) disandang di kepala...

Read More

Bahtera Alam – Pohon Berangan (Castanea spp) atau Kastanye merupakan tanaman yang hidup di hutan dan menghasilkan buah yang disebut dengan Buah Berangan (Bangan) atau istilah asingnya Chestnuts (kacang keju). Beberapa puluh tahun silam pohon Berangan sangat awam bagi masyarakat Riau karena banyak tumbuh di dalam kawasan hutan di Riau, tetapi karena deforestasi yang tinggi – penebangan hutan yang bertujuan mengubah lahan...

Read More

Bahtera Alam – Ekosistem gambut berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, dan memiliki kemampuan menyimpan karbon dua kali lebih banyak dari pada hutan di seluruh dunia, menjadikan ekosistem gambut sebagai salah satu kunci dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berdasarkan data dari CIFOR (2019), Indonesia termasuk sebagai 5 besar negara pemilik lahan gambut di dunia dengan luas sekitar...

Read More

Riauterkini, PEKANBARU – Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kampar Kiri beserta Non-Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari (YMKL)  dan Bahtera Alam (BA) bersinergi mendorong implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial (PS). Program (PS) bagi kesejahteraan rakyat...

Read More

Bahtera Alam – Hutan sebagai kesatuan ekosistem memiliki sumber daya alam hayati yang berlimpah, sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan. Sumber daya alam hayati yang banyak dihasilkan oleh hutan salah satunya adalah buah-buahan hutan. Masyarakat yang tinggal di Luhak Kekhalifahan Batu Songgan yang wilayahnya berada dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa Bukit...

Read More

Bahtera Alam – Perjuangan Masyarakat Hukum Adat di Kenegerian Kampar yang didorong oleh Tim Kerja Percepatan dan Penetapan Hutan Adat Kampar (TKP2HAK) untuk mendapatkan pengakuan atas Hutan Adat akhirnya tercapai. Presiden Jokowi secara resmi menyerahkan Surat keputusan (SK) Perhutanan Sosial untuk 20.890 kepala keluarga termasuk diantaranya SK pengakuan dua Hutan Adat pada Jumat (21/2/2020) di Taman Hutan Raya Sultan Syarif...

Read More

Bahtera Alam – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki luas hutan 125,2 juta hektar, dan itu termasuk luasan yang cukup besar. Terbukti dunia menyebut Indonesia menjadi benteng terakhir planet bumi bersama Amazon (Brazil) dan Hutan Kongo (Afrika), dunia mengakui itu pada Konferensi Iklim ke-26 atau COP26 di Glasgow, Skotlandia. Adapun luas tersebut terbagi diantaranya 29,1 juta hektar sebagai kawasan hutan produksi...

Read More

SuaraRiau.co, PEKANBARU – Hutan adat Imbo Putui merupakan hutan adat Riau pertama yang baru diakui oleh negara pada 17 September 2019, melalui SK Nomor 7503/MENLHK-PSKL/PKTHA/KUM.1/9/2019. Namun hutan adat Imbo Putui terdampak oleh ekspansi sawit di sekitarnya. Hal ini dikatakan Direktur Bahtera Alam dalam konferensi pers, Senin (1/11/2021). Saat ini bahkan keberadaannya dikelilingi oleh kebun sawit. Hal yang lebih...

Read More

Bahtera Alam, Pekanbaru – Universitas Lancang Kuning melaksanakan acara penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan ninik mamak kenegerian Kampa di Aula Perpustakaan Universitas Lancang Kuning pada Jumat, 15 September 2021. Adapun isi dari MoU ini adalah UNILAK & Ninik Mamak Kenegerian Kampa bersepakat untuk mengimplementasikan Tridarma perguruan tinggi dan berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan juga...

Read More

Kampar, (riaupos,co) – Geliat Ekowisata di Tengah Pandemi Covid-19. MEMILIKI anak sungai yang mengalir bening dan sejuk, dengan air yang dangkal dan dapat diminum, Hutan Adat Imbo Putui menjadi tempat yang memesona dan menarik perhatian. Area ini menjadi kebanggaan warga Masyarakat Adat Kenegerian Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Kabar keelokan alam Imbo Putui dengan cepat tersebar ke berbagai penjuru Bumi...

Read More

RIAUONLINE, PEKANBARU – Kawasan hutan adat di Riau masih menyimpan ragam permasalahan yang kompleks, terutama akibat keberadaan industri kelapa sawit di sekitarnya. Contoh kasusnya seperti yang terjadi di Hutan Adat Imbo Putui, Kenegerian Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar yang kini sedang bermasalah dengan sebuah perusahaan perkebunan sawit. Merespons hal itu, perkumpulan Bahtera Alam, Sawit Watch, WRI Indonesia,...

Read More

Bahtera Alam, Pekanbaru – Pada Februari 2021, Sajogyo Institute, Bahtera Alam, Sawit Watch, dan WRI bersama dengan Masyarakat Hukum Adat Kenegerian Petapahan melakukan sebuah studi bertema Hutan Adat Imbo Putui, sebuah hutan adat yang berada di tengah konsesi sawit. Studi ini dilakukan berangkat dari persoalan hak tanah ulayat di Kenegerian Petapahan yang bersengketa dengan perusahaan sawit, sehingga perlu dilakukan studi...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Kampa merupakan salah satu kenegerian yang telah mendapatkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat oleh pemerintah Republik Indonesia. Kenegerian Kampa memiliki dua Hutan Adat yang diakui oleh negara yaitu Hutan Adat Imbo Pomuan dan Hutan Adat Imbo Boncah Lidah. Kedua hamparan Hutan Adat ini memiliki keunikan dan peruntukan sendiri oleh Masyarakat Hukum Adat dan dilindungi secara penuh oleh...

Read More

[Oleh : Nuskan Syarif] Kebun karet milik masyarakat adat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Subayang memiliki perjalanan panjang, sehingga tidak heran jika banyak pohon karet yang tumbuh di kawasan tersebut sudah berumur hampir ratusan tahun, lingkar pohonnya bahkan ada mencapai seukuran gentong atau diamater sekira 60 cm. Uniknya pepohonan karet tumbuh di dalam hutan bercampur baur dengan pohon kayu alam, dan sama rimbunnya...

Read More