Masyarakat Adat Kampar Temui Pejabat Ditjen di Jakarta
JAKARTA, BAHTERA ALAM – Proses pengusulan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Wilayah, dan Hutan Adat Kabupaten Kampar terus berlangsung. Ada tiga usulan yang telah diakui dan ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kampar, yaitu dua usulan di dalam kawasan hutan (Suaka Margasatwa Rimbang Baling) dan satu lagi di area penggunaan lain (APL). Tiga Kengerian yang telah diakui oleh pemerintah Kabupaten Kampar adalah Kenegerian batu Sanggan, Kengerian Gajah Bertalut, dan Kenegerian Petapahan dengan total luas tiga kenegerian ini adalah...
read moreMekanisme Whakatane Peluang Pengelolaan Kawasan Konservasi
BENGKULU, BAHTERA ALAM – Konflik kepentingan dalam penguasaan sumber daya alam yang terjadi antara pemerintah, pemangku kawasan, dan masyarakat pada beberapa tahun ini semakin mengemuka di antara berbagai isu nasional. Dalam konteks konservasi, konflik tersebut sering muncul ke permukaan dalam bentuk persaingan antara kepentingan pembangunan di satu pihak dan konservasi di pihak lain. Selain itu, kepentingan masyarakat lokal dan masyarakat hukum adat yang hidup di sekitar kawasan konservasi tersebut juga menjadi persoalan yang lebih...
read moreGreen Radio : Talkshow tentang Masyarakat Hukum Adat di Kampar
PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Green Radio Pekanbaru melalui program Mahoni (masyarakat, hutan dan nasib negeri) yang disiarkan setiap Senin hingga Rabu pada pukul 15:00 – 16:00 WIB, mengangkat tema Masyarakat Hutan Adat di Kampar dan mengundang narasumber Harry Oktavian, Direktur Eksekutif Bahtera Alam dan Himyul Wahyudi Ketua AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Kampar. Ada empat kenegerian yang diusulkan menjadi hutan adat yaitu hutan di Kenegerian Batu Songgan, Kenegerian Gajah Bertalut, Kenegerian Kuok, dan Hutan Imbo Putui...
read moreInisatif Pertama Hutan Adat di Riau
PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Provinsi Riau segera memiliki Hutan Adat pasca penyerahan usulan hutan adat oleh 4 kenegerian di Kabupaten Kampar. Usulan ini menyambut kebijakan Perhutanan Sosial yang digadang-gadang pemerintah. Secara nasional, target Perhutanan Sosial mencapai 12,7 juta hektare, sementara Riau mendapat jatah mencapai 1,38 juta hektare hingga 2019. Bupati Kampar, H. Azis Zaenal, SH, MM telah menerima usulan 4 kenegarian tersebut pada 13 September 2018. Keempat kenegerian adalah Kenegerian Batu Sanggan, Gajah Bertalut, Petapahan,...
read moreAncaman Boikot Sawit Oleh Uni Eropa Dijawab dengan Moratorium
PEKANBARU, REPORTASERIAU.COM – Ancaman Uni Eropa untuk memboikot produk sawit dari Indonesia dijawab pemerintah RI lewat moratorium sawit. Presiden menginstruksikan jajarannya melakukan perbaikan tata kelola sawit dengan menghentikan sementara pemberian izin perkebunan sawit. Instruksi Presiden tersebut menyisakan tugas berat bagi banyak pihak. Pada 17 Januari 2018, keluar sebuah laporan berjudul Report on the Proposal for a Directive of the European Parliament and of the Council on the Promotion of the use of Energy from Renewable...
read more[Galeri] Imbo Putui Saksi Penyerahan Usulan Hutan Adat
[GALERI | Tapung , Bahtera Alam] Bahtera Alam Penyerahan Usulan Hutan Adat di Kabupaten Kampar bertema “Selamatkan dan Lestarikan Hutan Adat untuk Membangkitkan Budaya dan Wisata,” diselenggarakan oleh Tim Kerja Penetapan Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat, dan Hutan Adat di Kabupaten Kampar, yang terdiri dari World Resources Institute (WRI), Bahtera Alam, AMAN Kampar, dan Pelopor. Tim kerja ini didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Prosesi penyerahan hutan adat dibuka oleh H. Azis Zaenal, SH, MM, Bupati Kampar pada Kamis, 13...
read moreBupati Azis Terima Usulan 4 Hutan Adat di Kampar
tribunpekanbaru.com – Liputan video prosesi acara penyerahan dokumen usulan 4 Hutan Adat di Kampar oleh para datuk kepada Bupati Kampar, H. Azis Zaenal, SH, MM yang dilakukan di jantung Hutan Larangan Adat Imbo Putui, Petapahan pada Kamis, 13 September 2018. Imbo Putui Saksi Penyerahan Usulan Hutan Adat...
read moreImbo Putui Saksi Penyerahan Usulan Hutan Adat
TAPUNG, BAHTERA ALAM – Pagi ini saya bertambah sehat, karena kita menghirup udara yg betul-betul betul fresh di tengah hutan, serasa di Istana Bogor. Kita patut bersyukur kreana masih banyak para datuk yang sangat peduli dengan hutan adat dan hutan lindung. Kita semua harus mencintai hutan kita ini. Demikian buka H. Azis Zaenal, SH, MM, Bupati Kampar pada Kamis, 13 September 2018. Semua pihak harus mempertahankan hutan adat, dan sebagai Bupati akan berusaha sekuat tenaga dan akan pasang badan untuk memperjuangkan hutan adat ini supaya...
read moreGeliat Ekowisata Batu Sanggan
[Oleh : Nuskan/Syafrizaldi JPang] Setengah siang hampir berlalu saat bis kami meliuk di jalan aspal, dari Pekanbaru menuju Gema. 14 orang di dalam bis tampak canggung. Sebagian mereka adalah para relawan dari Perkumpulan Triple Eleven berbasis di Belgia. Sebagian lagi adalah personil Perkumpulan Bahtera Alam dan Sawit Watch yang berbasis di Pekanbaru dan Bogor. Barangkali perjumpaan yang baru sesaat, ditambah dengan perbedaan bahasa ibu, membuat kami lebih banyak melempar senyum. Dari Lipat Kain, Gema hanya berjarak 22 kilometer. Tapi...
read moreParapihak Dorong Strategi Penyelesaian Konflik
PEKANBARU, BAHTERA ALAM – Pada Selasa, 7 Agustus 2018, Bahtera Alam mengadakan pertemuan di Pekanbaru terkait Rencana Tindak Lajut (RTL) untuk penyelesaian kasus di desa Sungai Rawa dan Muara Bungkal. Pertemuan ini merupakan diskusi lanjutan pasca kegiatan workshop Tanaman Kehidupan yang diselenggarakan oleh Bahtera Alam dan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pangeran Hotel pada 12 Juli 2018 lalu. Desa Sungai Rawa dan Muara bungkal telah lama menjadi perhatian sejak perusahaan Arara Abadi yang...
read more