Bahtera Alam Hadiri Konferensi tentang HAM dan Bisnis di Teluk Subic
FILIPINA, BAHTERA ALAM – Perkumpulan Bahtera Alam hadir dalam Konferensi ke-9 tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia diadakan di area Teluk Subic, yang sebelumnya adalah pangkalan militer selama 99 tahun hingga akhir keberadaan mereka pada tahun 1992. Peserta di konferensi ini mewakili Lembaga Hak Asasi Manusia Nasional (NHRI), organisasi masyarakat adat dan organisasi masyarakat sipil. Harry Oktavian mewakili Bahtera Alam beserta 63 peserta dari 9 negara berkumpul di Teluk Subic, Provinsi Bata’an, Filipina, pada 27-30 Oktober 2019, untuk...
read moreKampung Adat Siak Mau Dibawa Kemana?
SIAK – BAHTERA ALAM – Sejak dikeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Siak No. 2 Tahun 2015, tentang Penetapan Kampung Adat di Kabupaten Siak, struktur pemerintah Kampung Adat untuk jabatan Penghulu masih dipegang oleh Pejabat Sementara Penghulu yang statusnya secara administrasi memiliki keterbatasan dan wewenang dalam menjalankan pemerintahan kampung. Terbitnya Perda ini sejatinya didorong oleh situasi dan perkembangan akhir-akhir ini khususnya di wilayah Kabupaten Siak soal kuatnya pengaruh urbanisasi penduduk dari daerah...
read moreLaporan Satu Tahun Implementasi Inpres Moratorium Sawit : Jauh Panggang dari Api
RINGKASAN EKSEKUTIF – September 2019 ini adalah tepat satu tahun diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit. Lewat kebijakan ini, pemerintah mencoba untuk melakukan peningkatan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan, memberikan kepastian hukum, menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan termasuk penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta untuk peningkatan pembinaan petani sawit dan...
read moreShadow Report : Kemana Arah Implementasi Inpres No.8 Tahun 2018 Berjalan?
[SHADOW REPORT] – RINGKASAN EKSEKUTIF. Pada September 2018, Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit. Bagi beberapa pihak, kebijakan ini dipandang sebagai momentum baik untuk melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit di Indonesia. Inpres No. 8 Tahun 2018 mengamanatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian melaporkan perkembangan dan capaian tiap 6 bulan kepad Presiden...
read moreLembaga Adat Melayu Riau Dorong Hutan Adat Direalisasikan
SELASAR RIAU, SIAK – Bupati Siak, Alfedri mendukung penuh keinginan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk mewujudkan Hutan Adat di kabupaten berjuluk Kota Istana tersebut. Hutan Adat ini merupakan bagian dari Masyarakat Hukum Adat yang kini lagi disusun oleh LAMR untuk dijadikan sebagai sebuah Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau tersendiri, selain Perda Nomor 15 tahun 2010 tentang Tanah Ulayah dan Pemanfaatannya. “Di Siak, ada 8 Kampung Adat sudah disahkan sejak 2015 dalam bentuk Perda No 2/2015. Hutan Adat bisa dikonkritkan di...
read moreSelamatkan Masyarakat Adat dengan Pengakuan dan SK
SIAK (RIAUPOS.CO) – Riau memiliki 9 sampai 10 masyarakat adat. Sebagian masyarakat adat Riau termarginalkan. Mereka terasing di negeri sendiri. Kawasan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka belakangan dijadikan hak guna usaha (HGU) dan kawasan hutan. Ada regulasi, namun belum bisa menyelesaikan masalah itu. Sebagian masyarakat adat saat ini berada dalam kecemasan dan sebagian lainnya tidak memiliki tempat tinggal. Untuk menyelamatkan mereka agar memiliki rumah adat, desa adat, hutan adat dan hukum adat, semua pihak harus...
read moreRaja Hutan itu Digelari Datuak
[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Batu Songgan adalah salah satu dari enam kenegerian di Kekhalifahan Batu Songgan dan dikenal sebagai kenegerian tertua yang menjadi pusat kekhalifahan sejak ratusan tahun yang lalu. Di bawah payung Kerajaan Gunung Sahilan, Kenegerian Batu Songgan masih memegang teguh kerapatan adat, tata guna lahan, dan adat kemanusiaan, Adat berhubungan erat dengan alam, salah satunya yang menarik adalah penghormatan terhadap satwa liar bernama harimau. Harimau salah satu satwa liar yang dihormati oleh masyarakat...
read morePompang Pighau dan ukiran Eksotis di Haluan Perahu
[Oleh : Nuskan Syarif] Sungai Subayang menyimpan banyak cerita, karena terdapat bentangan 10 desa di sepanjang alirannya dan membelah 70.000 hektar kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Airnya sejuk dan jernih, diapit perbukitan menghijau pekat yang asri dan penuh misteri. Jika menelusuri Sungai Subayang, suasana seakan dibawa ke ruang waktu ratusan tahun yang lalu, bebas dari hiruk pikuk perkotaan dan deru teknologi. Di antara bentangan desa, ada sebuah desa bernama Batu Songgan, desa dengan potensi ekowisata alam yang mulai menggeliat....
read moreUrgensi Peta Wilayah Indikatif Hutan Adat
[Oleh Kasmita Widodo di 8 Juni 2019 – mongabay.co.id] – Berbekal, putusan MK35, komunitas-komunitas adat dan kelompok masyarakat sipil, pemerintah daerah dan KLHK bekerja menyiapkan proses pengakuan hutan adat. Momentum “pecah telur” pengakuan pertama atas hutan adat dirayakan di Istana Negara pada 2016. Ada delapan hutan adat seluas 7.950 hektar ditetapkan dan satu lokasi pencadangan hutan adat seluas 5.172 hektar. – Proses pengakuan lambat dan penetapan luasan hutan adat sedikit jadi target advokasi organisasi masyarakat...
read morePertama di Riau: Masyarakat Sampaikan Usulan Hutan Adat
[RILIS MEDIA] Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) terima masyarakat dari 6 kenegarian di Riau. Kedatangan masyarakat untuk menyerahkan usulan hutan adat yang meliputi luas total 10.318,5 hektare di Kabupaten Kampar Riau. Angka ini menyumbang untuk pemenuhan 12,7 juta hektare target perhutanan sosial di seluruh Indonesia. “Ini merupakan pertama hutan adat yang pertama dari Riau” ungkap Kepala Sub Direktoral Pengakuan Hutan Adat dan Perlindungan Kearifan Lokal KLHK, Yuli Prasetyo Nugroho, usai menerima perwakilan Riau untuk...
read more