Laporan Satu Tahun Implementasi Inpres Moratorium Sawit : Jauh Panggang dari Api

Posted By admin on Oct 1, 2019


RINGKASAN EKSEKUTIF – September 2019 ini adalah tepat satu tahun diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit. Lewat kebijakan ini, pemerintah mencoba untuk melakukan peningkatan tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan, memberikan kepastian hukum, menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan termasuk penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta untuk peningkatan pembinaan petani sawit dan peningkatan produktivitas perkebunan sawit.

Moratorium dan evaluasi perkebunan sawit merupakan momentum baik untuk melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit di Indonesia. Model yang digunakan dalam moratorium sawit ini adalah data-data dan informasi akan mengalir dari kabupaten/kota menuju tim kerja nasional moratorium sawit via provinsi, dimana pemerintah sudah mengeluarkan beberapa wilayah prioritas yakni Sumatera Utara, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Hal ini dengan asumsi bahwa daerah-daerah tersebut adalah wilayah-wilayah dimana perkebunan sawit terluas, artinya lewat 7 wilayah prioritas tersebut lebih dari setengah perkebunan sawit telah dijangkau.

Tulisan ini adalah kelanjutan dari hasil monitoring dan dokumentasi terhadap kerja-kerja dan capaian-capaian dalam implementasi Inpres No. 8 Tahun 2018 dalam semester awal. Tulisan ini juga berharap memberikan informasi berkenaan dengan tantangan-tantangan implementasi Inpres No. 8 Tahun 2018, dan elaborasi lebih jauh bagaimana menghubungkan kebijakan ini dengan kebijakan-kebijakan lainnya sehingga Inpres ini dapat membumi dan terimplementasi dengan baik dalam satu tahun.

Terdapat beberapa temuan dalam implementasi Inpres No. 8 Tahun 2018 dalam satu tahun, diantaranya : baca selanjutnya di sini

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *