SELASAR RIAU, SIAK – Bupati Siak, Alfedri mendukung penuh keinginan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk mewujudkan Hutan Adat di kabupaten berjuluk Kota Istana tersebut. Hutan Adat ini merupakan bagian dari Masyarakat Hukum Adat yang kini lagi disusun oleh LAMR untuk dijadikan sebagai sebuah Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau tersendiri, selain Perda Nomor 15 tahun 2010 tentang Tanah Ulayah dan Pemanfaatannya. “Di...
Read MoreSIAK (RIAUPOS.CO) – Riau memiliki 9 sampai 10 masyarakat adat. Sebagian masyarakat adat Riau termarginalkan. Mereka terasing di negeri sendiri. Kawasan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka belakangan dijadikan hak guna usaha (HGU) dan kawasan hutan. Ada regulasi, namun belum bisa menyelesaikan masalah itu. Sebagian masyarakat adat saat ini berada dalam kecemasan dan sebagian lainnya tidak memiliki tempat tinggal. Untuk...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Kenegerian Batu Songgan adalah salah satu dari enam kenegerian di Kekhalifahan Batu Songgan dan dikenal sebagai kenegerian tertua yang menjadi pusat kekhalifahan sejak ratusan tahun yang lalu. Di bawah payung Kerajaan Gunung Sahilan, Kenegerian Batu Songgan masih memegang teguh kerapatan adat, tata guna lahan, dan adat kemanusiaan, Adat berhubungan erat dengan alam, salah satunya yang menarik adalah penghormatan...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Sungai Subayang menyimpan banyak cerita, karena terdapat bentangan 10 desa di sepanjang alirannya dan membelah 70.000 hektar kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Airnya sejuk dan jernih, diapit perbukitan menghijau pekat yang asri dan penuh misteri. Jika menelusuri Sungai Subayang, suasana seakan dibawa ke ruang waktu ratusan tahun yang lalu, bebas dari hiruk pikuk perkotaan dan deru teknologi. Di antara...
Read More[Oleh Kasmita Widodo di 8 Juni 2019 – mongabay.co.id] – Berbekal, putusan MK35, komunitas-komunitas adat dan kelompok masyarakat sipil, pemerintah daerah dan KLHK bekerja menyiapkan proses pengakuan hutan adat. Momentum “pecah telur” pengakuan pertama atas hutan adat dirayakan di Istana Negara pada 2016. Ada delapan hutan adat seluas 7.950 hektar ditetapkan dan satu lokasi pencadangan hutan adat seluas 5.172 hektar....
Read More[RILIS MEDIA] Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) terima masyarakat dari 6 kenegarian di Riau. Kedatangan masyarakat untuk menyerahkan usulan hutan adat yang meliputi luas total 10.318,5 hektare di Kabupaten Kampar Riau. Angka ini menyumbang untuk pemenuhan 12,7 juta hektare target perhutanan sosial di seluruh Indonesia. “Ini merupakan pertama hutan adat yang pertama dari Riau” ungkap Kepala Sub Direktoral Pengakuan...
Read More[Oleh : Nuskan Syarif] Kabut tebal menyelimuti puncak bukit hutan adat Imbo Kayu Agho, perlahan merambat turun ke kaki bukit dan terus bergeser menutupi permukaan sungai Subayang yang jernih dan tenang. Gemericik deras air sungai di sekitar pulau Palo Koto menambah syahdu suasana pagi, mengiringi nafas warga Kenegerian Batu Songgan yang turun mandi, mencuci, menyiapkan sampan, dan yang bersiap berangkat ke kebun karet untuk memotong....
Read MorePagi subuh itu masih gelap, beberapa warga Kampung Muara Bungkal telah bersiap pergi untuk memotong karet. Embun pagi tebal yang menempel di dedaunan dan rumput liar tidak menyurutkan langkah mereka meskipun dingin terasa menusuk tulang. Memotong karet adalah keseharian masyarakat di kampung ini sejak dulu, meskipun saat ini harga karet lagi tidak menjanjikan. Memotong karet masih menjadi pilihan untuk menambah ekonomi keluarga,...
Read MorePEKANBARU, BAHTERA ALAM – Proses pengusulan dan pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Wilayah, dan Hutan Adat Kabupaten Kampar terus berlangsung. Pada Selasa, 23 April 2019 bertempat di Hotel Ayola Pekanbaru, berlangsung pertemuan sejumlah parapihak yang difasilitasi oleh Direktur Jenderal KSDAE Wiratno. Hadir dalam pertemuan tersebut Lembaga Adat Kenegerian Tapung dan Kampar, dan utusan Ninik Mamak dari Kenegerian Kuok,...
Read More