Muara Bungkal Taja Sosialisasi Perhutanan Sosial

Posted By admin on May 16, 2018


MUARA BUNGKAL, BAHTERA ALAM – Bahtera Alam pada Rabu, 16 Mei 2018 melakukan sosialisasi soal Perhutanan Sosial ke Desa Muara Bungkal yang berada di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. Dalam kunjungan tersebut, tim Bahtera Alam mendapatkan apresiasi dari PJ penghulu Desa Muara Bungkal.

Saat ini, masyarakat desa Muara Bungkal sedang menghadapi persoalan sengketa soal tapal batas dengan salah satu perusahaan pemegang konsesi. Masyarakat dan perusahaan sudah berpuluh tahun yang lalu tidak menemukan kata sepakat soal batas-batas ini. Demikian kata PJ penghulu desa.

Menurut Ketua Adat, batas yang dibuat oleh perusahaan tidak melalui musyawarah dengan masyarakat, dan wilayah yang dijadikan konsesi merupakan hutan konservasi. Jika merujuk peta lama tahun 1743, di dalam wilayah yang disengketakan terdapat hutan yang harus dijaga kelestariannya. Saat ini hutan konservasi yang tersisa 50 meter saja yang berada di kiri dan kanan sungai.

“Namun perusahaan tidak mengindahkan informasi ini, sehingga lahan seluas ± 1.195 ha secara bertahap tetap digarap hingga meluas dan tindakan ini tanpa ada persetujuan dari masyarakat dan tetua kampung. Pada rentang tahun 1996-1997, turun revisi izin pengelolaan oleh perusahaan dari pemerintah provinsi yang disetujui oleh kementerian. Sejak turunnya izin pengelolaan ini, masyarakat tidak berani lagi menggarap lahan walau sekedar bercocok tanam palawija,” ujar tetua kampung.

Tetua Adat dan Pj Penghulu Desa berharap kehadiran Bahtera Alam bisa memberikan solusi dalam permasalahan yang sedang dihadapai masyarakat soal sengketa lahan dengan perusahaan ini. Mereka menyetujui pertemuan lanjutan pada 18 Mei 2018 yang akan datang dan juga menganjurkan ada diskusi yang lebih intens bersama dengan camat.

Kampung Tertua di Kecamatan Sungai Mandau

Kampung Muara Bungkal adalah kampung tertua di Kecamatan Sungai Mandau yang berdiri pada tahun ± 1836 M, pada saat itu dipimpin oleh Penghulu Antan di daerah Lipai Tuo. Semasa itu, kampung Muara Bungkal mempunyai 10 dusun, dahulunya kampung ini adalah pusat pemerintahan yang dikenal dengan Onder Distrik Mandau yang kantornya berada di muara sungai Muara Bungkal. Kampung Muara Bungkal adalah kampung yang sejak tahun 1993 termasuk kampong IDT dan sampai tahun 2009 masih dikategorikan kampung tertinggal di Kabupaten Siak. [BA-MM/NU]

229

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *